Salah Pilih Daging Sapi, Bisa Berbahaya Untuk Kesehatan

Semakin dekatnya hari raya Idul Adha, ibu-ibu sudah banyak yang mulai mempersiapkan daging untuk merayakan hari besar tersebut. Permintaan daging kala hari raya bisanya dua kali lipat dari bisanya, khususnya daging sapi. Namun sebagian para ibu masih saja ada yang tidak bisa membedakan daging sapi yang segar dan layak konsumsi. Menurut drh. Fety Nurrachmawati (Medik Veteriner Pertama, Ditkesmavet PP) pada website Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan mengatakan kualitas daging dipengeruhi oleh cara pemberian pakan, pemeliharaan, perawatan dan pemotongan hewan. Tentu faktor-faktor tersbeut tidak mungkin diketahui oleh ibu-ibu, nah namun ibu bisa membedakannya lewat  berikut ini.




1.       Bau daging sapi yang segar memeliki aroma yang segar pula. Berbeda dengan daging yang sudah busuk akan berbau yang sangat mencolok dan asam.
2.        Warna daging yang masih segar berwarna merah, tidak pucat dan tidak kotor.
3.       Tekstur daging terasa masih kenyal. Untuk mengeceknya tekanlah daging bila daging kembali seperti semula itu tandanya masih segar. daging yang busuk terasa lebih lembek.
4.       Daging tidak berair jika begitu,tandanya daging sudah lama terkena udara bebas.
5.       Sebelum memilih daging cek keempukannya. Bila liat dan keras maka usia hewan sudah tua sehingga banyaknya jaringan ikat.
Apa bila ibu sampai salah memilih daging sapi yang segar, tentu akan mengurangi kadar kandungan protein serta vitamin yang ada di dalam daging sapi, sehingga bila dikonsumsi secara terus-menerus akan menimbulkan banyak bahaya. 

Keracunan
Anda pasti tahu kuman E coli O157:H7 yang dapat menyebakan terjadinya keracunan makanan yang cukup serius. Ini diakibatkan karena daging sapi yang telah dipotong terkontaminasi oleh kotoran sapi pada saat penyembelihan sapi.

Peradangan
Karena padatnya tekstur pada daging sapi membuat bahan makanan ini sangat sulit dicerna. Sehingga akan meingkatkan jumlah enzim perncernaan untuk mencerna makanan tersebut. nah jika konsumsinya secara terus menerus dapat menambah kadar omega 6 pada tubuh yang dapat menyebakan peradangan dan rasa sakit. 

Penyakit jantung
Biarpun daging sapi kaya akan omega 6 namun pemberian vitamin omega 6 secara berlebihan pada saat perawatan hewan membuat pengkonsumsinya juga akan kelebihan omega 6 sehingga kadar lemak kaskade arakidonat akan dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. 

Kanker
Bahan kima organik beracun yang sikenal dengan nama doxin terkandung dalam daging sapi. Bahan kima ini berasal dari partikel mikroskopis dari abu dari insinerator yang berada di rumput dan tanaman yang dimakan oleh hewan-hewan ternak seperti sapi.  Doxin merupakan hormon kimia yang dapat menggangu fungsi sel-sel dalam tubuh sehingga dapat memicu timbulnya penyakit kanker. 

Penyakit Creutzfeldt-Jakob (CJD)
Tahukah Anda penyakit creutzfeldt-jakob atau yang disingkat dengan CJD? Penyakit ini adalah termasuk salah satu ganguan saraf yang tidak bisa disembukan yang lebih dikenal dengan istilah sapi gila. Di mana penyakit ini dapat tertular ke manusia melalui daging yang dikonsumsi oleh manusia tersebut. CJD adalah penyakit yang menyerang otak yang nantinya dapat menyebakan demensia, maupun gejala otak lainnya yang lebih mengerikan. 

Ibu-ibu pasti tidak mau kan penyakit-penyakit di atas sampai terkena anggota keluarga Anda. Maka dari itu,bijaksanalah saat memilah-milih daging sapi yang aman dan sehat untuk konsumsi keluarga di rumah ya. Gunakan Mesin Giling Daging yang profesional dan di anjurkan demi menjaga kebersihan alat potong dagingnya. Hal itu dapat meminimalisir agar daging tetap bersih serta sehat untuk di konsumsi oleh tubuh

0 komentar:

Poskan Komentar