Hunian Ala Art Deco Alternatif Di Tengah Konsep Minimalis


Pemakaian gaya art deco dalam Desain Arsitek sebagai elemen dekorasi rumah dapat melengkapi hunian menjadi lebih semarak. Tidak ada salahnya jika Anda coba mengaplikasikan gaya desain ini ke dalam rumah.

Di tengah gencarnya gaya desain berkonsep minimalis modern dalam desain arsitek, ternyata terselip desain arsitek untuk art deco yang masih menjadi incaran dalam penataan rumah saat ini. Menurut arsitek Probo Hindarto, art deco merupakan gaya arsitektur yang berkembang sekitar tahun 1920-1930. Gaya ini sangat memperhatikan detail ornamentasi bangunan.

Dengan gaya yang mengedepankan ornamen, fasad bangunan pada desain arsitek konsep ini menjadi sangat penting. Waktu itu berkembang arsitektur modern sebagai panduan sistem struktur yang didukung elemen dekorasi dari art deco.

Begitu pun saat gaya desain arsitek ini berkembang di Indonesia, pemakaian gaya art deco di Indonesia merupakan pengaruh yang meluas pada masa Perang Dunia II. Saat itu penggunaan gaya art deco sangat populer bersanding dengan arsitektur modern lain yang berkembang sehingga banyak digunakan oleh arsitek Belanda. Sampai saat ini masih banyak bangunan yang menjadi saksi sejarah dari keberadaan seni gaya desain ini.

Magnet utama gaya desain arsitek ini terletak pada penggunaan elemen dekorasi yang sangat beragam dari seluruh dunia. Elemen dekorasi ini didapatkan dari berbagai kebudayaan seperti Aztec, Mesir, Afrika, dan kebudayaan lain dari seluruh dunia sebagai adaptasi elemen dekoratif.

“Apabila gaya arsitektur ini diterapkan pada saat ini, artinya kita mengembalikan kejayaan arsitektur ornamentatif ini untuk masa saat ini,” tambahnya.

Gaya desain arsitek untuk art deco termasuk konsep yang memiliki dekorasi bangunan cukup menarik karena banyak dipengaruhi kebudayaan yang melatarbelakangi paduan tema gaya eklektik. Selanjutnya, perhatikan berbagai elemen dekorasinya, seperti bentuk-bentuk yang khas seperti pengulangan bentuk geometris seperti dalam arsitektur bangunan tua Aztec Inca, Mesir, maupun dari Afrika. “Bentuk dari unsur dekoratif bisa kotak, segitiga, lingkaran, dan zig-zag,” sebut dia.

Sementara, untuk bahan materialnya, bangunan gaya art deco banyak menggunakan material yang biasa digunakan, terutama tembok bata dengan ornamentasi dari beton dan semen. Warna-warna cat yang khas diaplikasikan pada gaya bangunan ini biasanya dalam bentuk warna netral maupun warna asli bahan seperti batuan, ampyang, kayu, dan besi.

Anda yang ingin memadukannya dengan konsep desain lainnya, sebaiknya perhatikan kecocokannya. Walaupun art deco merupakan bangunan yang kaya elemen dekoratif, tak lantas bisa dengan mudah dipadukan dengan gaya lain. Kalaupun bisa, mungkin konsep arsitektur tropis lebih tepat seperti pergola dan terutama pencahayaan buatan yang memperkuat dekorasinya. Selebihnya, Anda dapat memadukannya juga dengan gaya desain yang masih berkaitan dengan konsep ini, seperti konsep hunian gaya Maroko.

Sumber: okezone.com

Temukan semuanya tentang iklan gratis, Pasang Iklan, usaha, Iklan Baris

0 komentar:

Posting Komentar