Makanan Asia terkenal dengan rasanya yang khas yang dibumbui dengan aneka rempah. Negara di Asia yang terkenal dengan masakannya hingga ke seluruh dunia adalah
Jepang terkenal dengan sushinya. Sushi adalah makanan yang sebagian besar menggunakan bahan mentah namun disajikan dalam keadaan segar. Walaupun sangat populer, banyak masyarakat
Sama seperti makanan Jepang, makanan
Cina juga menelurkan banyak makanan lezat yang sangat mudah ditemui dimana-mana. Masakan cina sangat populer dan menjadi favorit semua orang. Selain mudah dimasak dan tak memerlukan waktu lama, cita rasa masakan ini mudah diterima oleh siapa saja. Anda pasti sudah tidak asing dengan cap cay, kweetiaw, fu yung hai dan koloke bukan? Di Indonesia keempat masakan cina tersebut menjadi pilihan nomor satu. Di negara-negara maju masakan cina terkenal dengan harganya yang murah, mudah didapat dan selalu tersedia setiap saat.
Masakan Thailand saat ini mulai menanjak kepopulerannya seiring dengan semakin terkenalnya dunia pariwisatanya. Banyak para warga negara lain yang mulai menggemari masakan Thailand yang gurih dan pedas. Sepintas makanan Thailand mirip dengan masakan Indonesia namun dengan rasa yang tidak sekuat masakan Indonesia. Makanan Thailand banyak menggunakan buah sebagai bahan dasar bumbunya, juga rempah-rempah yang beraneka ragam. Masakan yang paling terkenal adalah Tom Yam dan Kari dengan aneka jenis.
Amerika
Di Indonesia, Amerika terkenal dengan makanan cepat saji. Menu yang paling digemari adalah ayam goreng cepat saji atau fried chicken dan juga burger. Amerika adalah negara dimana terdapat banyak pendatang yang datang dari berbagai bangsa di dunia. Oleh sebab itu, makanan Amerika yang populer adalah adaptasi dari berbagai makanan khas negara lainnya.
Eropa/Mediterania
Masakan Eropa yang terkenal di Indonesia adalah steak, spaghetti, pizza, pasta, salad dan banyak lagi. Walaupun masih terbilang mahal, namun saat ini konsumsi masakan eropa sudah mulai menanjak. Beberapa bahan dasar untuk membuat makanan ini masih harus diimpor dari luar negeri karena tidak dapat ditanam atau diproduksi di Indonesia, namun saat ini banyak restoran yang mengganti bahan dasar tersebut dengan bumbu ala Indonesia.
Di Indonesia, makanan-makanan ini juga mengalami adaptasi rasa yang disesuaikan dengan selera orang Indonesia. Namun ada juga beberapa restoran yang mempertahankan cita rasa asli masakan tersebut sesuai dengan rasa di negara asalnya.
http://duniamakanan.com
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Dari berita yang terus tanpa letih beberapa hari belakangan ini bermunculan di TV nasional, dikabarkan bahwa Polisi beberapa hari lalu baru saja menggerebek seorang produsen makanan jadi, yang menggunakan bahan-baku berupa sampah makanan dari hotel (hotel food). Sisa-sisa makanan tamu hotel yang tak habis, yang dibuang ke tempat sampah oleh pihak hotel, ternyata tidak menemui ajalnya di TPA (Tempat Penampungan Akhir - Sampah), melainkan dikepul oleh pemulung, lalu disetor ke bandar. Di bandar, sampah organik hotel food tersebut lalu dipisah-pisahkan sesuai jenisnya, kemudian dijual ke beberapa penampung, untuk kemudian dimasak kembali, diberi pewarna, dan dicampur formalin, lalu dikemas dalam plastik dan dijual di pasar sebagai makanan siap saji. Dan mereka sudah melakukan praktek ini selama setidaknya
Pihak hotel sendiri, melalui jurubicara Hotelier
Setelah isu beredarnya daging celeng nyaru, daging bangkai, daging sapi gelonggongan, daging hati import black market, daging hati sakit ber-cacing, makanan ber-formalin, ikan asin ber-baygon, sambal sampah, makanan ber-pewarna tekstil, terlihat ada satu benang merah yang bisa ditarik disini: bagi mereka (penjual nakal), aneka-ragam makanan yang mereka jual tersebut dianggap tak lebih dari komoditas. Tidak ada concern sama sekali apakah makanan yang mereka jual itu akan membawa manfaat atau masalah, atau bagaimana dampak hotel food beverage pada konsumen dari produk-produk tersebut, simply sekedar barang jualan.
Inilah salah satu sebabnya untuk item-item food tertentu gw lebih prefer lari ke supermarket, atau tempat yang termasuk established. Selain kualitas lebih terjamin, surprisingly biasanya harga juga lebih stabil.
Gimana dengan si produsen makanan daur-ulang tadi? Konon diancam hukuman kurungan 15 tahun dan denda hingga 300 juta rupiah. Efektifkah hukuman ini? Pada jaman heboh penggerebekan terdahulu, aktivitas penambahan formalin pada food sempat terhenti, dan disinyalir makanan ber-formalinpun telah hilang dari pasar. Nyatanya? Laporan terakhir yang dipublikasikan di salah satu TV nasional menemukan kalau ternyata sebagian besar ikan asin yang beredar di pasaran saat ini, masih positif memakai formalin. Cape deeh.
Jadi kelihatannya kalau sudah jadi kebiasaan, dan tidak ada metode reward & punishment yang tepat, maka penyimpangan-penyimpangan semacam ini akan selalu terjadi. Apa kabar Indonesia?
http://kangbayu.multiply.com
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Mudahnya orang mendapatkan bahan makanan ternyata tidak diikuti dengan mudahnya memilih Bahan Makanan yang sehat bagi keluarga. Dalam KOMPAS.COM dijelaskan tentang Tips Mudah Kenali Bahan Makanan Berbahaya. Menurut Caroline SSi MSi Apt. metode pengenalan Bahan Kue dan Bahan Tambahan Makanan paling mudah terhadap makanan berbahaya dapat dipandang dari berbagai segi, antara lain : warna, kandungan boraks, kandungan formalin, daging gelonggong, ayam basi, ikan basi.
Beberapa hal yang patut diperhatikan tentang bahan makanan :
Bagi pengelola hotel food lounge yang mengabaikannya, pemerintah mengancam menjatuhkan sanksi. "bukan cuma yang mendaur ulang yang ditangkap dan kena sanksi, tapi hotel food loungeny juga," kata gubernur dki
Dinas pariwisata pun sudah diminta berkomunikasi dan memperingatkan hotel-hotel beverage. Sebelumnya, pemerintah daerah menemukan daging olahan bekas hotel dijual ke pasaran. Kepala dinas pariwisata