Badak bercula satu. Berani bertaruh, binatang langka yang dilindungi ini pasti menjadi ‘top of mind’ Anda ketika mendengar nama Ujung Kulon. Begitu juga dengan saya. Paling tidak, hingga detik ketika saya injakkan kaki di Peucang, salah satu pulau kecil yang indah di wilayah Taman Nasional Ujung Kulon (Taman Ujung Kulon), pada liburan panjang beberapa waktu lalu.
Ada enaknya juga berlibur dengan rombongan seperti ini, karena semua fasilitas dari transportasi, akomodasi, biaya masuk ke Taman Nasional atau Taman Ujung Kulon, konsumsi hingga obat-obatan sudah diurus. Tugas kita hanya…menikmati keindahan alam Ujung Kulon, menjaganya, dan menambah banyak teman! Betapa kayanya negeri ini…
Tips Liburan di Ujung Kulon Tour
* Jangan lupa, selalu bawa air minum dan sunblock di tas Anda!
* Kacamata hitam dan topi juga sangat dianjurkan.
* Sediakan senter dan baterei cadangan, terutama saat Anda berencana melakukan trekking melintasi hutan.
* Bawa alat-alat snorkeling dan diving bila Anda punya cukup waktu untuk menikmati air laut yang bening.
* Sleeping bag bisa jadi ‘alat’ yang sangat berguna ketika ingin menikmati ‘parade bintang jatuh’ di dermaga.
JANGAN!!!
* Jangan/hindari berkunjung (Ujung Kulon Tour) pada bulan November – Maret saat musim hujan dan angin muson barat bertiup. Biasanya gelombang laut akan lebih tinggi pada bulan-bulan ini.
* Jangan memberi makan pada binatang liar, karena akan mengganggu pencernaan dan kebiasaan makannya.
* Jangan membuang sampah di sembarang tempat. Selama trekking, simpan dahulu sampah kemasan makanan dan minuman di tas atau saku sebelum dibuang ke tempat sampah.
* Saat di pantai, jangan membawa pulang pasir, kerang, karang…Biarkan keindahan itu tetap ada di
Sumber: natrekk.com
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Bagi kaum professional yang mengalami rutinitas kerja, trekking bisa menjadi pilihan untuk lari dari kejenuhan. Tantangan dan petualangan merupakan salah satu daya pikat dari kegiatan yang menjadi tema dari setiap wisata Ujung Kulon tour yang ditawarkan travel biro Taman Ujung Kulon yang menawarkan beragam petualangan alam.
Perjalanan pun segera dimulai. Kurang lebih dua setengah jam kami tiba di Carita Baka-Baka. Setelah itu kami melanjutkan dengan kapal nelayan yang bernama cantik, Bellani. “Kelompok nelayan dengan kapal ini merupakan nelayan terbaik yang mendapat penghargaan dari Pemda Banten,”jelas Indra, salah seorang fasilitator Krakatau tour yang memandu kegiatan tersebut. Sebuah upaya yang patut dihargai karena langsung melibatkan nelayan dan penduduk setempat untuk kegiatan wisata tour tersebut.
Tiga jam kami mengarungi lautan, ketika akhirnya kapal menepi di pulau Rakata (
Esok harinya, acara puncak tour yang ditunggu pun tiba. Kami harus kembali berperahu ke anak Krakatau, tempat kami akan mendaki punggung
http://cyberwoman.cbn.net.id/
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang