Tujuan program rehabilitasi pasca stroke adalah untuk membantu penderita mempelajari kembali keterampilan yang hilang akibat stroke yang merusak sebagian otaknya atau Penyakit Syaraf. Dengan mengikuti rehabilitasi stroke, penderita lebih mandiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Rehabilitasi Stroke atau pengobatan stroke meliputi terapi fisik dan pekerjaan, atau latihan untuk mengontrol gerakan penderita. Terapi atau latihan tersebut juga dapat membantu mempelajari cara baru untuk melakukan sesuatu, sebagai kompensasi adanya kelemahan pada tungkai atau bagian tubuh penderita lainnya. Sebagai contoh, Terapi Kesehatan di rehabilitasi pasca stroke mungkin berupa belajar mandi, berpakaian, atau makan hanya dengan satu tangan. Terapi bicara mungkin diperlukan untuk mempelajari cara berkomunikasi seandainya kemampuan bicara penderita ikut terkena efek stroke.
Butuh waktu untuk mempelajari kembali keterampilan-keterampilan tersebut. Kunci sukses yang paling penting program rehabilitasi stroke adalah latihan yang terfokus dan sering ***lang. Pepatah yang mengatakan "latihan membuat sempurna" tampaknya berlaku juga pada rehabilitasi pasca stroke.
Rehabilitasi pasca stroke meliputi terapi gangguan komunikasi, penguatan keterampilan motorik, latihan bergerak, terapi gerakan pelemasan, terapi penggunaan paksa, terapi psikologi, dan stimulasi listrik.
wartamedika.com
Stroke merupakan serangan otak mendadak akibat kurangnya suplai darah ke otak sehingga dapat mengakibatkan kematian atau kelumpuhan sebelah bagian tubuh. Beberapa terapi alternatif bagi penderita stroke, yaitu:
Akupuntur
Aromaterapi
Hidroterapi
Yoga
Terapi nutrisi
www.gamexeon.com
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Mendengarkan lagu pop favorit, musik klasik atau jazz ternyata dapat digunakan sebagai metode mempercepat pemulihan kondisi lumpuh akibat stroke, demikian menurut kajian penelitian yang dipublikasikan.
Ketika para pasien stroke di Finlandia mendengarkan musik selama dua jam setiap hari, memori verbal dan rentang perhatian pasien membaik secara signifikan dibandingkan dengan mereka yang tidak mendapat stimulasi musik atau hanya mendengarkan cerita yang dibacakan dengan keras, ungkap penelitian tersebut.
Mereka yang terpapar terapi penyakit stroke dengan musik juga mengalami sedikit penurunan depresi daripada mereka yang tidak mendengarkan musik. Tiga bulan setelah serangan penyakit stroke, memori verbal meningkat sebanyak 60 persen pada para pendengar musik, 18 persen pada pendengar buku audio dan 29 persen pada mereka yang tak mendengar apa-apa, kata Teppo Sarkamo, penyusun utama kajian itu dan seorang pakar syaraf dari Universitas Helsinki.
Musik dalam beberapa hal dapat menggerakkan lebih banyak lagi mekanisme umum yang memperbaiki dan memperbaharui jaringan syaraf otak pascaserangan penyakit stroke, katanya. Pengkajian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami secara tepat apa yang sedang berlangsung, namun penemuan ini memperlihatkan bahwa terapi penyakit stroke dengan musik kemungkinan menawarkan perawatan tambahan yang mudah dan murah bagi para pasien stroke, imbuhnya.
“Ini dapat dipandang sebagai pengkajian percontohan. Ini awal yang menjanjikan,” ujar Sarkamo yang juga mengingatkan bahwa terapi stroke dengan musik belum tentu berhasil pada semua korban stroke.
Stroke, yang terjadi saat aliran darah ke otak tersumbat, dapat mematikan jaringan otak dan merupakan salah satu penyebab utama kematian dan cacat tetap. Perawatan terapi stroke meliputi obat pengencer darah dan daya upaya untuk merendahkan kolesterol.
http://stroke.muslim-indonesia.com
Dukung kampanye stop dreaming start action
Salah satu komponen krusial dalam penanggulangan stroke adalah upaya terapi stroke fase akut. Paradigma lama memandang terapi stroke akut dengan cara pandang ?wait and see?, sehingga penderita yang mengalami serangan stroke dibawa ke rumah sakit hanya jika gejala stroke memberat.
Sampai saat ini, penderita stroke adalah penghuni terbanyak di bangsal atau ruangan pada hampir semua pusat pelayanan rawat inap penderita saraf. Selain menimbulkan beban ekonomi bagi penderita dan keluargannya, stroke juga menjadi beban bagi pemerintah dan perusahan asuransi kesehatan. Selain itu, kecacatan yang ditimbulkan oleh stroke juga dapat mengakibatkan hilangnya penghasilan penderita.
Stroke masih merupakan masalah utama di bidang neurologi maupun kesehatan pada umumnya. Untuk mengatasi masalah krusial ini, diperlukan strategi penanggulangan stroke yang mencakup aspek preventif, terapi rahabilitasi, dan promotif.
Menurut dr Saiful Islam SpS dari RSUD dr Soetomo Surabaya, dari berbagai studi klinik telah disimpulkan bahwa serangan stroke merupakan keadaan darurat yang harus segera ditangani, sebagaimana penanganan trauma berat atau infark miokard akut. Dengan demikian,?time is brain? merupakan cara pandang yang lebih tepat dalam terapi stroke fase akut.
Terapi trombolitik pada penderita stroke iskemik akut, misalnya hanya dilakukan selang waktu tiga jam sejak terjadimnya serangan stroke. Padahal, keberhasilan terapi penyakit stroke akut sangat ditentukan oleh beberapa tahap dan merupakan mata rantai yang saling berkait (stroke chain survival and recovery?.
Yang tidak kalah pentingnya adalah bagian triage dari instalasi rawat darurat, yang harus segera melakukan evaluasi penderita, termasuk pemeriksaan CT-scan kepala, penentuan diagnosis dan rencana penanganan, dan pengobatan umum termasuk tindakan bedah bila diperlukan.
Ditambahkan Saiful Islam, sebenarnya masih ada satu mata rantai yang juga amat berpengaruh terhadap keberhasilan terapi stroke akut, yaitu perlengkapan atau sarana perawatan akut dan rehabulitasi dini dari klinik terapi stroke atau tempat penanganan penyakit ini. Dari penelitian yang dilakukan mobilisasi atau latihan dini merupakan faktor terpenting yang berkaitan dengan keberhasilan terapi.
Model perawatan
Saat ini telah dilakukan berbagai uji coba model perawatan khusus bagi penderita stroke misalnya di beberapa tempat klinik terapi stroke. Antara lain, unit perawatan intensif penderita stroke akut, unit rehabilitasi stroke, serta unit perawatan stroke akut dan rehabilitasi dini.
www.yastroki.or.id
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Mungkin tidak asing lagi dengan istilah stroke. Berbagai carapun dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit stroke ini, misalnya saja dengan melakukan terapi stroke.
"Uji klinis kini sudah mulai dilakukan di beberapa negara untuk mengobati bermacam penyakit," ujar Arief Budi Witarto dalam Diskusi Ilmiah "Perkembangan Bioteknologi Terkini", hasil kerjasama Fakultas Biologi UGM dan Yayasan Biooteknologi Indonesia (YMBI), di ruang seminar Fakultas Biologi, Sabtu. Selain Witarto, hadir peneliti bioteknologi perikanan UGM, Dr Ir Murwantoko MSi.
Sementara Dr Ir Murwantoko Msi mengatakan, pemanfaatan bioteknologi dengan metode diagnostik molekuler bisa
dimanfaatkan untuk mendeteksi penyakit ikan lebih cepat dan akurat. Dengan metode yang berbasi DNA dipastikan dapat mengenali target molekul yang menjadi penanda kondisi tertentu apabila ikan terkena penyakit.. "Penularan penyakit ikan dalam lingkungan air terjadi sangat begitu cepat, sehingga dengan metode ini membantu mempercepat mendiagnosa jenis penyakitnya," katanya.
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang