Tujuan program rehabilitasi pasca stroke adalah untuk membantu penderita mempelajari kembali keterampilan yang hilang akibat stroke yang merusak sebagian otaknya atau Penyakit Syaraf. Dengan mengikuti rehabilitasi stroke, penderita lebih mandiri dan memiliki kualitas hidup yang lebih baik.
Rehabilitasi Stroke atau pengobatan stroke meliputi terapi fisik dan pekerjaan, atau latihan untuk mengontrol gerakan penderita. Terapi atau latihan tersebut juga dapat membantu mempelajari cara baru untuk melakukan sesuatu, sebagai kompensasi adanya kelemahan pada tungkai atau bagian tubuh penderita lainnya. Sebagai contoh, Terapi Kesehatan di rehabilitasi pasca stroke mungkin berupa belajar mandi, berpakaian, atau makan hanya dengan satu tangan. Terapi bicara mungkin diperlukan untuk mempelajari cara berkomunikasi seandainya kemampuan bicara penderita ikut terkena efek stroke.
Butuh waktu untuk mempelajari kembali keterampilan-keterampilan tersebut. Kunci sukses yang paling penting program rehabilitasi stroke adalah latihan yang terfokus dan sering ***lang. Pepatah yang mengatakan "latihan membuat sempurna" tampaknya berlaku juga pada rehabilitasi pasca stroke.
Rehabilitasi pasca stroke meliputi terapi gangguan komunikasi, penguatan keterampilan motorik, latihan bergerak, terapi gerakan pelemasan, terapi penggunaan paksa, terapi psikologi, dan stimulasi listrik.
wartamedika.com
1. Periksa tekanan darah secara rutin. Riset menunjukan bahwa rajin mengontrol tekanan darah dapat mengurangi 40% risiko penyakit stroke.
2. Singkirkan tembakau. Hasil studi memperlihatkan bahwa menjauhi tembakau mengurangi risiko stroke sampai 33%, dengan terapi penyakit stroke saya yakin stroke akan terhindari.
3. Periksa leher. Mintalah pada dokter atau terapi penyakit stroke untuk mendengarkan bunyi mendesing di leher, datanglah ke klinik terapi dan klinik stroke. Ini penting jika anda mengalami aterosklerosis atau pengerasan dan penebalan pembuluh darah yang menyebabkan tersebumbatnya aliran darah, klo udah begini sebaiknya anda ikuti terapi stroke dan terapi penyakit stroke.
4. Olahraga. Riset menunjukan bahwa mereka yang mulai latihan olahraga pada usia antara 25-40 tahun, risiko terserang stroke berkurang 57%, sebaiknya ikuti terapi stroke dan terapi penyakit stroke.. Dedangkan yang mulai latihan olahraga pada usia 40-55 tahun, kesempatanya hanya 37% lebih baik untuk terhindar dari stroke.
5. Konsumsi sayur dan buah. Asal hijau atau orange, santap saja! Terlalu dini menyebut betakaroten dapat mencegah penyakit stroke. Tapi mengkonsumsi sayur-sayuran berwarna hijau dan buah-buahan setiap hari sangat baik
6. Konsumsi potasium. Riset menagaskan bahwa mengkonsumsi makanan kaya potasium sehari-hari dapat mengurangi risiko terserang stroke sebesar 40%. Kentang adalah sumber potasium yang baik, selain alpukat, kedela,pisang,salmon dan tomat.
7. Kurangi lemak. Apa yang baik bagi jantung anda, baik pula bagi otak anda. Menjaga kadar kolesterol berarti menghambat aterosklerosis dan stroke. Makanlah lemak tidak lebih dari 25% kebutuhan kalori.
8. Jauhi alkohol. Memang ada penelitian yang menyebutkan bahwa dalam jumlah tertentu, alkohol bisa mencegah stroke dan serangan jantung. Tapi akan lebih baik kalau anda tidak menguk alkohol karena tidak pernah jelas ukuran minumnya.
Dukung kampanye stop dreaming start action sekarang
Mungkin tidak asing lagi dengan istilah stroke. Berbagai carapun dilakukan untuk mencegah dan mengobati penyakit stroke ini, misalnya saja dengan melakukan terapi stroke.
"Uji klinis kini sudah mulai dilakukan di beberapa negara untuk mengobati bermacam penyakit," ujar Arief Budi Witarto dalam Diskusi Ilmiah "Perkembangan Bioteknologi Terkini", hasil kerjasama Fakultas Biologi UGM dan Yayasan Biooteknologi Indonesia (YMBI), di ruang seminar Fakultas Biologi, Sabtu. Selain Witarto, hadir peneliti bioteknologi perikanan UGM, Dr Ir Murwantoko MSi.
Sementara Dr Ir Murwantoko Msi mengatakan, pemanfaatan bioteknologi dengan metode diagnostik molekuler bisa
dimanfaatkan untuk mendeteksi penyakit ikan lebih cepat dan akurat. Dengan metode yang berbasi DNA dipastikan dapat mengenali target molekul yang menjadi penanda kondisi tertentu apabila ikan terkena penyakit.. "Penularan penyakit ikan dalam lingkungan air terjadi sangat begitu cepat, sehingga dengan metode ini membantu mempercepat mendiagnosa jenis penyakitnya," katanya.
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang