Perasaan waswas sempat muncul, karena ini kali pertama melakukan menyelam diving. Itu biasa namun tidak perlu ada yang dicemaskan setelah berada di bawah laut.
Bahkan yang dialami kemudian adalah menikmati sensasi alam bawah laut yang luar biasa ciptaan Tuhan.
Di bawah laut, kita melihat terumbu karang yang menyimpan keindahan alam. Makin jauh ke dalam, makin banyak sensasi yang dialami.
Ketika menyelam scuba diving, biasanya instruktur beberapa kali menanyakan apakah telinga mengalami sakit. Memang benar. Perubahan tekanan udara menyebabkan telinga kita sakit, tetapi ini dapat diatasi dengan mudah. Tak perlu cemas. Tutup saja lubang hidung beberapa saat.
Memang, yang dibutuhkan saat menyelam/scuba diving adalah ketenangan. Tak perlu panik jika, misalnya, air laut masuk ke dalam hidung atau menyusup masuk masker. Naik perlahan-lahan ke atas permukaan laut, perbaiki dulu peralatan, kemudian menyelam lagi dengan tenang.
Menyelam bukan olahraga berbahaya. Lebih berbahaya orang mengendarai sepeda di jalan raya. Sedangkan gangguan kesehatan yang terjadi hanya dua, yaitu mabuk laut dan kulit terbakar, yang semuanya dapat diatasi dengan mudah. Rasa takut orang pada menyelam (misalnya deep diving) karena pada dasarnya mereka takut pada laut. Akan tetapi jika sudah pernah sekali melakukan scuba diving, deep diving yakinlah Anda pasti ketagihan!
www.kompas.com
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Menguasai teknik menyelam profesional memang tidak mudah. Tapi jangan khawatir, sejumlah tempat kursus sudah tersedia di tanah air. Anda bisa dilatih teori maupun mengaplikasikan teorinya dengan melakukan penyelaman olahraga air di laut.
Teori-teori yang dipelajari adalah teknik menggunakan alat-alat menyelam atau scuba diving, bagaimana mengenali alam bawah laut, termasuk yang bisa dipegang dan yang tidak, sampai upaya penyelamatan diri.
Untuk pemula, harus memiliki jam menyelam sebanyak empat kali sebelum diberikan sertifikat. Bila masih kaku, belum bisa diberikan sertifikat menyelam, kendati jam terbangnya sudah empat kali.
Bila sertifikat ini sudah didapat, seorang penyelam dapat menyelam tengah malam.
http://cetak.fajar.co.id
Temukan informasi lainnya mengenai Olahraga Air - Kursus Menyelam - Belajar Diving - Menyelam - Teknik Menyelam - Scuba Diving hanya di 88db.com
1. Pilek
Jangan pernah mencoba menyelam kalau sedang pilek. Pada saat pilek Anda tidak akan mungkin melakukan teknik menyesuaikan tekanan gendang telinga dan tekanan bawah air (ear equalization). Akibatnya telinga Anda akan sakit bukan main, bak ditusuk pasak kayu. Tidak jarang, telinga Anda berdarah karenanya.
Tidak bedanya dengan saat Anda naik pesawat terbang. Ketika pesawat sedang take off atau sedang mendarat, jika Anda tidak melakukan ear equalization, sama lah sakitnya jika Anda tidak melakukan ear equalization pada saat menyelam.
2. Saluran Eustasius sempit
Hal yang sama menyakitkan, jika saluran eustasius Anda (antara telinga dan hidung) kebetulan sempit. Anda akan mengalami kesulitan melakukan ear equalization, dan sulit atau mustahil menyelam (atau melakukan scuba diving).
Pilek ... gampang, tinggal tunggu fisik sehat, nanti sembuh sendiri. Lha kalau yang satu ini? Jangan khawatir, datang saja ke dokter THT yang sering menangani kasus penyelam (misalnya dokter-dokter THT di RS Angkatan Laut), dijamin Anda mendapatkan treatment yang tepat, dan dalam waktu tidak lama, akan dapat menikmati penyelaman Anda.
3. Vertigo
Terus terang saya kurang banyak membaca tentang vertigo. Namun jika kita akan menggunakan jasa sebuah scuba diving operation, biasanya kita diberi selembar formulir untuk diisi. Ini merupakan safety procedure, biasanya pertanyaannya banyak yang berhubungan dengan masalah kesehatan. Salah satunya adalah apakah Anda penderita vertigo.
Bahayanya? Tidak dapat menentukan arah mana permukaan air laut itu. Black-out juga sangat membahayakan seorang penyelam. Namun belum diketahui apakah vertigo itu benar-benar menghalangi seorang untuk menyelam, ataukah hanya mengharuskan dive master untuk memperhatikan Anda, lebih daripada penyelam olahraga air lainnya, jika di dalam air nanti.
4. Back pain
Back pain seringkali diasosiasikan sebagai akibat sering membawa barang yang berat-berat. Bagaimana dengan kegiatan teknik menyelam yang mengharuskan kita memanggul beban 13 kg saat kering dan 20 kg saat basah di punggung kita . Maaf, ini hanya perkiraan berat untuk yang berat badannya di bawah 50 kg, di atas itu, besi pemberatnya ditambah 2-3 kg lagi.
Back pain menurut banyak penggemar selam dan profesional selam, tidak menghalangi seseorang untuk menyelam. Penderita back pain tentu saja diharapkan tidak mencoba mengangkat peralatan selam di darat, minta orang lain yang membawakannya. Peralatan selam, belajar menyelam juga tidak dipakai di darat / atas air. Jadi peralatannya dicemplungkan dulu ke air, dan dipakai oleh penyelam di permukaan air.
5. Menstruasi
Lagi-lagi, menurut banyak penggemar selam dan profesional selam, menstruasi tidak menghalangi seseorang untuk menyelam. Tentu saja selalu ada kekhawatiran bahwa darah yang keluar akan menarik ikan hiu keluar mencari mangsa. Namun, melihat ikan hiu di laut, adalah ibarat melihat harimau atau badak Jawa di hutan. Kalau Anda sampai ketemu hiu (apalagi whale shark) Anda beruntung sekali. Makanya penyelam olahraga air yang diterkam hiu karena sedang menstruasi.
Temukan informasi lainnya mengenai Olahraga Air, Kursus Menyelam, Belajar Diving, Menyelam, Teknik Menyelam, Scuba Diving hanya di Olahraga Air / Kursus Menyelam: Belajar Diving | Menyelam & Teknik Menyelam - Scuba Diving pada 88db.com