Seperti sudah dibicarakan di bagian cara makan yang sehat, makanan yang kita makan harus seimbang dengan kegiatan/aktivitas fisik kita, bila aktivitas kita hanya duduk-duduk dikantor atau jarang sekali melakukan aktivitas yang berat padahal makanan yang kita makan banyak mengandung kalori, hasilnya kelebihan energi ini akan disimpan sebagai cadangan lemak dan bila cadangan lemak semakin menumpuk akan mengakibatkan tubuh menjadi kegemukan (overweight)kemudian akan menjadi obesitas.
Cara yang paling baik untuk mencegah kegemukan adalah menghitung makanan yang kita makan dengan aktivitas yang dilakukan, gampangnya kalau kita makan banyak, aktivitas kita harus banyak/aktif, bila aktivitas kita tidak banyak berarti kita perlu berolahraga untuk menyeimbangkannya.
Bagaimana cara olahraga yang menyehatkan?, berikut ini beberapa tips olahraga yang sehat :
* Pemanasan sangat penting. Otot-otot kita harus dipersiapkan sebelumnya. Lakukan selama 5-10 menit dengan aktivitas perlahan.
* Frekuensi sangat menentukan, seberapa sering kita berolahraga maupun sekedar fitnes dalam seminggu, yang paling baik 3-5 kali dan ini harus dilakukan secara teratur.
* Intensitas olahraga atau fitnes (besarnya upaya yang dilakukan). Berolahraga harus sampai berkeringat dan bernafas dengan dalam. Jangan sampai timbul rasa tidak nyaman, usahakan denyut jantung meningkat sampai 60-90 % dari normal.
* Waktu juga menentukan. Penelitian menunjukkan bila kita melakukan olahraga selama 30 menit akan sama hasilnya dengan olahraga selama 10 menit yang dilakukan 3 kali dengan intensitas yang sama. Dan olahraga ada yang bisa dilakukan dengan menggunakan alat olahraga, alat fitnes, maupun alat yang dapat membantu memaksimalkan olahraga itu sendiri.
* Pendinginan jangan disepelekan. Bila kita habis berolahraga berat dan berhenti tiba -tiba, kita dapat mengalami kekakuan otot, merasa lemah, pusing bahkan bisa sampai pingsan. Lakukan pendinginan dengan berjalan atau melakukan peregangan lambat selama 5-10 menit.
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Belajar menyelam menurut sebagian orang yang sebenarnya secara finansial dan fisik mampu untuk melakukan kursus menyelam, adalah menakutkan. Bayangan akan tenggelam terlintas di pikiran kita. Benar sih. Sampai sekarang saya juga masih takut tenggelam. Jangankan di lautan luas, di kolam renang ukuran half olympic saja saya masih takut tenggelam. Takut dihampiri ikan hiu. Takut diserbu ikan piranha. Dengan bangga saya berdeklarasi: "Kalau orang lain takut ketinggian, maka saya takut kedalaman".
Saya dikenalkan dengan kosa kata baru: claustrophobia. Orang-orang yang takut teknik menyelam berarti mereka mempunyai sifat claustrophobia. Terus terang saya tidak mengerti arti kata itu sebenarnya, yang saya mengerti adalah itu artinya penderitanya takut menyelam. Tak semua penderita claustrophobia mengetahui kalau mereka punya sifat itu. Terkadang setelah mereka bayar biaya sertifikasi olahraga air atau belajar diving, ikut pendidikan scuba diving, pas masuk kolam 5 meter Senayan... ndak bisa. Lebih parah lagi, semua tahap kursus scuba diving sudah dilalui, tinggal nyemplung di laut... eh ndak bisa.
Efek yang takut kursus menyelam itu tidak sama. Tidak semua penderita pasti tidak bisa olahraga air menyelam. Beberapa rekan, sudah lulus ujian sertifikasi belajar diving, tapi ketika belajar menyelam di suatu
Tekad yang besar biasanya sangat berpengaruh untuk teknik menyelam. Jadi kalau mau kursus scuba diving, jangan sekedar karena alasan 'menyelam itu asyik'.
http://www.wikimu.com/
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang