Tampilkan postingan dengan label seni lukis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label seni lukis. Tampilkan semua postingan

Kreatifitas Baru dari Pameran Seni Serat

Tiga orang seniman serat Yogyakarta Selasa (16/6/09) kemarin, menggelar karya-Karya Seni seni seratnya. Para seniman ini tidak hanya menampilkan keindahan serat kain, tapi juga dipadukan juga seni lukis.

Benang dan serat selama ini mungkin hanya menjadi perhatian dunia fashion dan mode, dengan diciptakan menjadi karya busana. Namun siapa sangka ? Benang dan serat bisaa menjadi karya sendiri dalam dunia seni. Dalam sebuah Pameran Kesenian serat dengan tajuk textile di Bentara Budaya Yogyakarta, 3 orang seniman serat Yogyakarta menampilkan karya-karya seni seratnya. Mereka adalah Abdul Syukur, Ricky Sukma dan Caroline Rika.

Apabila selama ini seni serat lebih banyak dikenal dinegara luar, dan di Indonesia hanya segelintir seniman di Bandung saja yang berani menampilkan serat. Pameran di Yogyakarta ini sekaligus ingin menumbuhkan rasa optimisme dalam dunia seni serat.

Benang dan serat yang memang memiliki dimensi yang flexibel dengan sangat kreatif, dibentuk dan Desain Pameran oleh 3 orang seniman ini menjadi beragam karya. Tentunya dengan kekuatan tematik masing - masing, seperti karya Abdul Syukur yang menggabungkan benang wol dengan sebuah lukisan cat arkrilik ataupun karya Ricky Sukma yang menggabungkan media serat.

Melalui pameran ini semakin menyiratkan semangat akan kelahiran baru seni serat yang menampilkan kreasi dan kreatifitas baru. Pameran ini akan berlangsung hingga tanggal 21 Juni mendatang di Bentara Budaya Yogyakarta.

indosiar.com

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Sejarah Seni Lukis ANak



Secara historis, seni lukisan abstrak sangat terkait dengan gambar. Peninggalan-peninggalan prasejarah memperlihatkan bahwa sejak ribuan tahun yang lalu, nenek moyang manusia telah mulai membuat gambar pada dinding-dinding gua untuk mencitrakan bagian-bagian penting dari kehidupan mereka.

Semua kebudayaan di dunia mengenal seni lukis. Ini disebabkan karena lukisan abstrak atau gambar sangat mudah dibuat. Sebuah lukisan atau gambar bisa dibuat hanya dengan menggunakan materi yang sederhana seperti arang, kapur, atau bahan lainnya. Salah satu teknik terkenal gambar prasejarah yang dilakukan orang-orang gua adalah dengan menempelkan tangan di dinding gua, lalu menyemburnya dengan kunyahan daun-daunan atau batu mineral berwarna.

Pada mulanya, perkembangan seni lukis(cth : abstract painting) sangat terkait dengan perkembangan peradaban manusia. Sistem bahasa, cara bertahan hidup (memulung, berburu dan memasang perangkap, bercocok-tanam), dan kepercayaan (sebagai cikal bakal agama) adalah hal-hal yang mempengaruhi perkembangan seni lukisan. Pengaruh ini terlihat dalam jenis obyek, pencitraan dan narasi di dalamnya. Pada masa-masa ini, seni lukis memiliki kegunaan khusus, misalnya sebagai media pencatat (lukisan dalam bentuk rupa) untuk ***langkisahkan. Saat-saat senggang pada masa prasejarah salah satunya diisi dengan menggambar dan melukis. Cara komunikasi dengan menggunakan gambar pada akhirnya merangsang pembentukan sistem tulisan karena huruf sebenarnya berasal dari simbol-simbol gambar yang kemudian disederhanakan dan dibakukan.

Pada satu titik, ada orang-orang tertentu dalam satu kelompok masyarakat prasejarah yang lebih banyak menghabiskan waktu untuk menggambar daripada mencari makanan seperti yang di galeri lukisan atau galeri lukisan abstrak. Mereka mulai mahir membuat gambar dan mulai menemukan bahwa bentuk dan susunan rupa tertentu, bila diatur sedemikian rupa, akan nampak lebih menarik untuk dilihat daripada biasanya. Mereka mulai menemukan semacam cita-rasa keindahan dalam kegiatannya dan terus melakukan hal itu sehingga mereka menjadi semakin ahli. Mereka adalah seniman-seniman yang pertama di muka bumi dan pada saat itulah kegiatan menggambar (di galeri lukisan atau galeri lukisan abstrak)dan melukis mulai condong menjadi kegiatan seni.

Dukung kampanye
stop dreaming start action sekarang



http://id.wikipedia.org/wiki/Seni_lukis

Belajar Melukis Melatih Sensor Motorik Pada si Kecil

Sebuah masjid menyembul di tengah kehijauan pepohonan di atas bukit. Sebuah lukisan yang memberikan keteduhan bagi mata yang memandangnya. Siapa sangka karya indah itu olesan tangan seorang bocah yang pernah mengalami cedera otak?

Lebih dari 100 lukisan dipamerkan di tiga lantai di Hotel Crown Plaza Jakarta, 26 November hingga 2 Desember 2008. Yang istimewa dari pameran itu menampilkan beberapa karya polesan tangan anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.

Lukisan berjudul Mosque itu karya Edo (13 tahun). Menurut ayah Edo, Agus B Yanuar, anaknya dilahirkan hyperbilirubin (bayi kuning), lalu penurunan butir darah merah yang berakibat cedera otak karena kekurangan pasokan oksigen. Serangkaian terapi dilakukan untuk memperbaiki sistem motorik dan mengejar keterlambatan. Salah satu terapi tambahan dipilih melalui Les Melukis.

Berkat asahan Alianto, bakat melukis Edo terkuras luar biasa. Sejak Februari 2008 hingga kini telah menuntaskan 12 lukisan, termasuk yang dipamerkan.Perjalanan Edo tak lepas dari peran serta orangtuanya. Ibu Edo, Revita Tantri tidak sekadar mendampingi Les Melukis, tapi ikut terjun langsung.

Edo mendesaknya ikut bergabung dengan sebuah Sanggar Lukis. ''Ternyata Belajar Melukis bersama anak-anak dan keluarga momen yang sangat menyenangkan,'' ungkap Tantri yang kini mendirikan 'Rumah Belajar' sebagai arena terapi wicara, terapi okupasi, fisio terapi dan kelas melukis.Motorik halusMelukis, menurut dr Melly Budiman SpKJ, Belajar Melukis sangat bermanfaat bagi anak-anak yang berkebutuhan khusus. Anak autis, misalnya, memiliki motorik halus yang buruk.

Dengan ikut Sanggar Melukis membuat motorik halusnya menjadi lebih baik. Manfaat lainnya, dari sisi emosi, mereka cenderung tidak terkendali. ''Dengan melukis atau ukut Kursus Melukis bisa membantu mengendalikan emosinya agar lebih terarah,'' katanya acara Kasih Bunda Mengantar Pelukis Muda.

Anak-anak yang berkebutuhan khusus biasanya tidak fokus. Sepuluh menit bila hanya duduk, pasti tidak betah. Dengan Kursus Melukis, anak-anak itu dituntut fokus mengerjakan sesuatu sampai selesai, tambah Ketua Yayasan Autisma ini.Alianto salah seorang pelukis yang malang melintang...

republika.co.id

Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Tips Belajar Melukis


Cobalah sesekali meluangkan waktu dengan sedikit berkreasi dengan kulit telur cth melukis Gambar Kartun di kulit telor. Kulit telur nan indah bisa didapat, uang pun mungkin mengalir ke kantong.
Melukis(cth melukis Gambar Kartun) di atas kulit telur bukan hal sulit. Tak perlu jadi pelukis dulu. Di mana ada kemauan, kulit telur nan indah bisa didapat, ikutilah kelas Sanggar Lukis dan Kursus Melukis untuk membantu anda dalam melukis di kulit telor atau kanvas.Sebelum melukis di atas cangkang telur, pastikan isi telur telah kosong. Cara untuk mengosongkannya mudah. Alat yang digunakan cukup paku, kawat kecil dan alat suntik.Mempersiapkan kulit telur 1. Lubangi telur pada bagian ujung yang lebih tumpul. Gunakan paku untuk membuat lubang.
2. Masukkan kawat ke dalam telur. Putar-putar kawat untuk mengaduk cairan di dalam telur. Tujuannya agar isi telur lebih mudah dikeluarkan, cobalah anda mengikuti kelas Sanggar Lukis dan Kursus Melukis untuk membantu anda.
3. Gunakan alat suntik, untuk mengeluarkan seluruh cairan. Masukkan jarum suntik ke dalam lubang. Tiupkan angin ke dalam telur. Lakukan secara perlahan untuk menghindari kulit telur meledak/pecah. Cairan akan keluar melalui lubang di sekitar jarum suntik.
4. Setelah seluruh cairan telur keluar, bersihkan bagian dalam telur. Untuk itu, semprotkan cuka masak ke dalam telur. Kocok-kocok dan keluarkan cairan cuka. Lakukan beberapa kali hingga cairan yang keluar lebih bening.
5. Keringkan kulit telur sekitar 2-3 jam. Setelahnya, Anda bisa mulai melukis di atasnya.
Mulailah melukis (ikutilah kelas Les Lukis) Tidak harus menjadi pelukis dulu ketika ingin Belajar Melukis di atas telur. Semua bisa melakukannya. Jika ragu, maka buatlah pola terlebih dahulu pada kertas, untuk selanjutnya jiplak pola itu ke atas permukaan kulit telur.

Gunakan pensil untuk Belajar Melukis dalam membuat pola di atas kulit telur. Setelah seluruh pola terbentuk, mulailah mewarnai. Untuk ini dapat digunakan berbagai jenis pewarna, baik menggunakan spidol, cat air, hingga cat jenis akrilik. Aplikasikan warna sesuai selera. Semakin indah, semakin berharga.

Temukan info menarik Sanggar Lukis, Gambar Kartun, Les Lukis, Belajar Melukis, Kursus Melukis dan Sanggar Lukis & Gambar Kartun:Les Lukis | Belajar & Kursus Melukis Jakarta Utara & Tangerang pada 88db.com.

http://www.ideaonline.co.id/