1. Hobi, adalah cara paling mudah, enjoy dan anda lebih paham dengan bidang yang ditekuni. Contoh: bisnis bunga, bengkel, pecinta kendaraan dan catering.
2. Terdesak kebutuhan, seperti phk, menganggur, bisnis lesu atau orang tua meninggal, sehingga terpaksa jualan pakaian, kue, koran, dll. Ini adalah cara yang sulit, tetapi dengan kerja keras, sukses adalah mungkin.
3. Diajak teman, keluarga atau kolega untuk ikut mlm. Dengan modal relatif kecil dan sistem network yang baik, anda berpeluang untuk sukses.
4. Inspirasi dari koran, tv, internet, obrolan teman kantor, ****i-rumpi tetangga atau lagi jalan-jalan sore. Begitu anda melihat “wow”, langsung anda sulit tidur untuk segera mewujudkan mimpi bisnis anda.
5. Melanjutkan kegiatan usaha keluarga, sehingga pada akhirnya dengan “tangan dingin” anda bisnis jadi lebih berkembang.
6. Mengisi waktu luang, seperti pensiunan, penulis, dll, lalu membuka toko kelontong, counter voucher hp, refil aqua, dan usaha konsultan.
7. Lihat peluang di tempat kerja, usaha teman, masalah yang berbau bisnis di sekitar rumah anda, seperti usaha laundry, rental ps, cleaning service, klinik kecantikan dll.
8. Memanfaatkan ilmu dan skill anda, seperti usaha penerjemahan, konsultan properti,toko/service komputer dan bimbingan belajar.
9. Ikut coaching, diklat, training, dan lokakarya, seperti sablon, elektronika dan salon.
10. Tiru bisnis di tempat kerja, lalu buka usaha serupa.
1. Sebelum memulai usaha hal terpenting adalah pemahaman konsep produk atau jasa. Kita harus memahami teknis produksi, pasar, dan prospek (mulai dari lingkungan yang terkecil sampai terbesar). http://www.gealgeol.com
1. Visi. Memiliki visi yang jelas terhadap usaha yang ditekuni dan akan selalu berusaha mengembangkan usaha tersebut. Contoh : Senang atau tidak senang, Dhani Ahmad dapat dijadikan contoh sederhana disini. Setelah berhasil dengan grup Dewa-nya, dengan segala up and down-nya, Dhani terus kemampuan menciptakan lagu untuk penyanyi lain guna memperoleh royalti serta melebarkan usahanya di bidang Management Artist & Music Management Artist.
2. Kreatif dan Inovatif. Kreatif dan Inovatif akan mengarahkan produk usaha anda berbeda(misalnya Management Artist & Music Management Artist daripada yang lain (khas/unique). Dengan ke-khas-an tersebut, produk anda akan selalu dicari orang, karena sifatnya yang tidak ‘pasaran’.
3. Rajin Bekerja. Merupakan hal yang wajib dimiliki oleh setiap orang dalam segala hal. Apapun bentuk usahanya, akan selalu dimulai dari nol, kerja keras, baru kemudian menghasilkan. Segala hal selalu butuh proses, dan proses akan selalu membutuhkan waktu. “Di dunia ini, tidak ada yang dapat menggantikan kegigihan…“ Ray Kroc, pendiri McDonald’s
4. Disiplin. Disiplin dalam segala hal, baik memilah antara kepentingan pribadi - perusahaan, keuangan pribadi - perusahaan, disiplin waktu, maupun disiplin dalam berkomitmen terhadap rekanan/partner. “Given the same facilities, what makes the difference between one people to another is discipline”. (Apabila dua orang diberikan fasilitas yang sama, maka yang akan membedakan satu dengan yang lain adalah kedisiplinannya. Yang satu secara disiplin berusaha mengembangkan dirinya hari demi hari, menggunakan fasilitas yang tersedia sementara yang lainnya tidak)
5. Jujur. Karena salah satu kunci dari berhasilnya sebuah usaha adalah kepercayaan. Kepercayaan muncul karena kejujuran. Contoh: Rasulullah yang dipercaya Siti Khatidjah untuk memegang dan membesarkan usahanya, dikarenakan sifat jujur rasulullah (Al Amin).
6. Realistis. Seseorang dikatakan realistis apabila mampu menyeimbangkan antara keinginan dan realita di lapangan misalnya di Music Agency & Management Artist Agency. Sehingga segalanya dapat terkontrol dengan baik. Contoh : Purdi E. Chandra, pendiri Primagama, pertama kali memulai usahanya dari nol besar, dengan menyewa tempat untuk digunakan sebagai tempat bimbingan yang dibayar secara cicilan. Uniknya lagi pembayaran cicilan tersebut mulai akan dilaksakan setelah anak didiknya membayar biaya pelatihan/kursus
7. Mandiri. Mental mandiri sebaiknya mulai dipupuk sejak dari awal khususnya dalam Music Management & Music Artist. Mental mandiri yang tidak dibiasakan sedari awal akan berubah menjadi mental manja, dengan tanda-tandanya : senang diberi kemudahan dan fasilitas atau bangga mendapat sesuatu secara gratis
8. Tidak Cepat Puas. Cepat puas akan membuat Anda terhenti dalam bereksplorasi dan mengembangkan usaha Music Management atau Music Artist anda. Dalam jangka waktu panjang, usaha anda menjadi out-off-date untuk kemudian kalah bersaing dan mati.
Temukan informasi mengenai Management Artist - Music Management Artist - Music Management - Music Artist - Music Agency - Management Artist Agency - Artist Agency - Management - Artist - Pop - Dangdut hanya di 88db.com
http://tipsanda.com
Kawasan Jalan Kusuma Bangsa,
Itulah yang dialami oleh Abdul Kadir, salah seorang perajin mainan kuda kayu yang membuka usaha di Jalan Kusuma Bangsa. Meski hingga kini ia masih bertahan untuk membuat dan menjual hasil kerajinan kuda, tetapi penghasilan mainan anak sudah sangat berkurang. Menurut Kadir, masa keemasan mainan wooden horses ini memang telah lewat. Minat pembeli kuda kayu sudah mulai berkurang. Sebab mainan tradisional kerajinan kuda ini kalah bersaing dengan mainan modern yang semuanya menggunakan baterai dan serba elektronik, atau mainan sejenis yang terbuat dari plastik. Meskipun kini sudah mulai langka, namun mainan handmade horse masih juga ada yang mencari. Itu sebabnya meski sepi peminat, Kadir tetap setia menunggu pembeli, sekaligus berharap ada pesanan dari luar
Bahkan tidak hanya itu, mainan wooden horses dari kerajinan kayu ini juga sudah diekspor dan bisa menembus beberapa negara seperti Jerman, Prancis, Belanda dan Jepang. Tapi sayang, para perajin tidak bisa langsung menembus pangsa ekspor, tetapi melalui pihak ketiga, sehingga harganya pun tidak bisa mahal. “Kalau negara-negara pesan bisa sampai ratusan unit,” tandasnya. Kemampuan untuk menembus pasar ekspor tersebut tidak terlepas dari kualitas mainan kuda kayu yang dibuat oleh para perajin. Mainan ini dikenal sangat kuat, aman, dan mengasyikkan. “Kalau kualitasnya tidak bagus, mana mau orang-orang bule beli mainan ini,” tambah Kadir. Untuk mengurangi biaya operasional, karyawannya dipekerjakan dengan sistem honorer. Artinya, jika ada pesanan atau saat persediaan barang sudah habis, ia kembali mempekerjakan karyawan. Tetapi saat tidak ada pesanan, ia nonaktifkan karyawannya. Mengapa Kadir masih bertahan di tengah pasar yang semakin sepi? “Saya bertahan karena usaha ini sebagai warisan dari ayah saya. Almarhum ayah saya pernah berpesan agar mempertahankan usaha ini untuk kehidupan keluarga. Makanya, saat teman-teman sudah gulung tikar, saya tetap bertahan meski dengan keterbatasan,” jawabnya. (SH/chusnun hadi)
http://www.sinarharapan.co.id/
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Wooden Horses | Handmade Horse | Kerajinan Kayu | Kerajinan Kuda | Kuda Kayu | Mainan Anak dan Wooden Horses & Handmade Horse:Kerajinan & Kuda Kayu - Mainan Anak Bekasi Jawa Barat di 88db.com