Tampilkan postingan dengan label denah minimalis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label denah minimalis. Tampilkan semua postingan

Tips Memilih Arsitektur Rumah





Berikut adalah tips yang dapat anda lakukan untuk memilih dan bekerja-sama dengan arsitek dalam membangun rumah :

  • Buat daftar arsitek
    sebanyak mungkin. Lalu saring dengan kriteria : pengalaman, seringnya bangun rumah, gedung atau jembatan ?porto folio rumah-rumah yang pernah mereka rancang-bangun, design architecture model minimalis, mediteranianya apakah cocok dengan anda, mudah berkomunikasi dan ramah, tarifnya
  • Kalau bisa, hubungi klien-klien mereka yang terdahulu untuk mengetahui kinerja mereka, kesesuaian jadwal membangun dan sebagainya.
  • Setelah ada yang anda pilih, diskusikan masalah budget design architecture anda, terlebih bila anda memiliki budget yang sangat terbatas.
    Perjelas peran dan jasa yang diberikan arsitek anda.
    Apakah akan ada ekstra biaya untuk pajak, operasional, dan akomodasi untuk pengawasan selama proses pembangunan
  • Diskusikan keinginan anda dalam membangun rumah. Gunakan foto/gambar dari majalah atau survey bersama arsitektur desain anda ke lingkungan yang memiliki rumah-rumah dengan arsitektur desain yang anda suka. Misalnya ke menteng, pandai indah kapuk, pantai mutiara, pondok indah, serpong, cikarang dan sebagainya
  • Bila ada hal-hal yang anda tidak mengerti jangan ragu untuk bertanya dan sebaiknya arsitek desain interior dan desain eksterior. Pilihan anda harus dapat menjelaskannya. Juga bila anda menemui hal yang tidak anda sukai, segera katakan saja.
  • Biasanya arsitek juga memiliki hubungan kerja dengan kontraktor desain interior dan desain eksterior. Malah banyak juga yang berprofesi ganda, arsitek iya, kontraktor iya.dan biasanya ini lebih murah karena ada diskon segala. Tapi gak ngerti deh, di aspek pengawasannya…..

Dukung kampanye stop dreaming start action sekarang


http://pemiliklangsung.com

Gaya Desain Arsitektur Minimalis di Indonesia

Beberapa tahun belakangan ini, tren atau gaya arsitektur di Indonesia cenderung ke arah minimalis. Sebenarnya apa yang disebut Minimalisme itu?

Pada dasarnya,
arsitektur minimalis merupakan modifikasi aliran desain bergaya modern. Desain modern ini kemudian direduksi. Aliran ini sering pula diintepretasikan sebagai reaksi terhadap gaya ekspresionisme.

Di Indonesia, kecenderungan orang memilih desain
arsitektur minimalis, semata-mata sebagai reaksi kejenuhan terhadap model bangunan yang cenderung monoton, banyak ornamen, susah dibersihkan dan lain-lain. Di lain sisi, tren minimalis juga dipengaruhi oleh gaya arsitektur dunia pada umumnya yang cenderung mengutamakan kesan praktis, sederhana namun tidak mengurangi fungsi dasar dan keindahannya.

Minimalisme pun rupanya bukan tanpa masalah. Pada beberapa kasus, dengan saking inginnya seorang arsitek menerapkan 100% minimalis, masalah baru pun dapat timbul. Contoh paling mudah adalah atap datar dari cor beton.

Tak bisa dipungkiri, desain
bangunan rumah minimalis yang sering kita lihat di majalah luar negeri cenderung tanpa atap. Karena Indonesia terletak di khatulistiwa dan memiliki iklim tropis, maka sebenarnya, atap dak beton kurang cocok.

Pada musim panas, dak beton menerima panas terus menerus dari matahari. Di samping memberikan radiasi panas pada ruangan di bawahnya, dak beton pun cenderung retak. Pada musim penghujan, retakan tersebut dapat terisi air dan bocor pun menjadi masalah yang umum terjadi.

Meski sebetulnya, beton cor dapat disubstitusi dengan material lain seperti atap baja ringan, pada prakteknya, radiasi panas matahari tetap menjadi masalah. Pada saat terik panas ruang pun dapat meningkat. Saat hujan, suara berisik air yang mengenai permukaan atap menjadi pengganggu.

Minimalis

Elemen lain yang tak kalah penting dalam
desain minimalis adalah kusen dan jendela. Biasanya bangunan minimalis menggunakan kusen dan jendela yang terbuat dari bahan tahan cuaca seperti aluminium dan pvc. Karena bangunan minimalis cenderung tanpa atap maka tidak adanya perlindungan terhadap kusen dan jendela. Penggunaan material kayu sangat tidak disarankan karena muai susutnya dan rusaknya finishing yang tergerus air hujan dan sinar matahari.

Minim desain, budget meningkat

Desain
bangunan rumah minimalis dapat memakan biaya mahal, namun dapat juga murah. Dikatakan murah karena adanya reduksi pada desain. Contohnya pengeliminasian profil plafon, plin lantai, profil eksterior lalu desain pintu yang sederhana, pintu garasi,pintu pagar dan lainnya. Lalu penggunaan material sederhana seperti kerikil polos, kaca polos, beton cor pada carport, kamprotan, dll. Di sisi lain, desain minimalis memerlukan ketelitian sangat tinggi, seperti sikuan pada dinding yang sempurna, detil yang rapih pada pemasangan batu, dll. Ini tentunya menambah biaya pada konstruksi.

Secara psikologi,
bangunan minimalis pun memberikan kesan santai, nyaman, tenang, karena bentuk-bentuk yang diterapkan merupakan bentuk dasar yang mudah dipahami oleh mata manusia. Namun, penerapan desain minimalis yang salah cenderung memberikan kesan bangunan yang polos, monoton, bosan dan tidak berarti. Jadi, walau minimalis, pakem arsitektur seperti aksen, komposisi, proporsi dan lainnya harus diterapkan dengan baik.


www.ideaonline.co.id

Temukan informasi lainnya mengenai Arsitektur Minimalis | Arsitektur Bangunan | Arsitektur Desain | Desain Minimalis | Rumah Minimalis | Bangunan Minimalis - Bangunan Rumah Minimalis | Arsitektur Rumah Minimalis | Arsitektur hanya di Arsitektur Minimalis & Bangunan:Desain Minimalis & Rumah Minimalis Sidoarjo Jawa Timur ada 88db.com

Sejarah Gaya Minimalis Dalam Arsitektur Bangunan

Design arsitektur minimalis yang tengah marak saat ini sebenarnya bukan bentuk arsitektur baru. Sejak awal tahun 1920-an sampai bersinar kembali pada tahun 1990-an, telah hadir dengan faktor pemicu, interpretasi dan aplikasi ”simplicity” yang khas dari satu arsitek dengan arsitek lainnya.

Sebenarnya, Le Corbusier dan Ludwig Mies van der Rohe adalah dua dari sekian banyak arsitek yang memberi pengaruh warna kesederhanaan (simplicity) yang signifikan dalam dinamika
arsitektur desain minimalis sejak dulu hingga kini.

Kritikus seni Juan Carlos Rego dalam buku Minimalism: Design Source (Page One, Singapore, 2004) mengungkapkan,
design architecture minimalis merupakan pendekatan estetika yang mencerminkan kesederhanaan. Fenomena ini tumbuh di berbagai bidang, seperti seni lukis, patung, interior, arsitektur, mode, dan musik. Akan tetapi, awal pertumbuhan dan faktor pemicu tumbuhnya arsitektur desain minimalis di berbagai bidang bersifat khas dan tidak dapat digeneralisasi.

Minimalis dalam seni lukis dan patung dikenal dengan sebutan Minimal Art, ABC Art, atau Cool Art. Pancaran kesederhanaan Minimal Art dapat dirasakan dari ungkapan pelukis Frank Stella, ”What you see is what you see.”

Minimal Art berkembang di Amerika pada tahun 1960-an sebagai reaksi terhadap aliran abstrakt-ekspresionisme yang mendominasi dunia seni tahun 1950-an. Abstrakt-ekspresionisme mengekspos nilai emosi individual, sedangkan Minimal Art mengekspos nilai universal melalui bentuk abstrak dan geometris dalam komposisi matematis.
Pasang-surut

Minimalis dalam arsitektur menekankan hal-hal yang bersifat esensial dan fungsional. Bentuk-bentuk geometris elementer tanpa ornamen atau dekorasi menjadi karakternya. Mengacu pada pendapat Carlos Rego itu, dapat dikatakan arsitektur minimalis mulai tumbuh pada awal abad ke-20 yang dikenal sebagai abad Modern, abad yang diramaikan berbagai kemajuan sebagai dampak dari Revolusi Industri.

Inovasi berbagai material
arsitektur bangunan seperti baja, beton, dan kaca, standardisasi dan efisiensi memberi tantangan baru dalam dunia rancang bangun. Beragam pemikiran dikemukakan para arsitek di daratan Eropa maupun Amerika. Pada saat itu pun mereka tengah berusaha mencari format arsitektur baru yang mencerminkan semangat zaman dengan mencoba meninggalkan pengaruh desain bangunan arsitektur klasik.

Ada kelompok arsitek yang memaknai kemajuan zaman itu dengan tetap mempertahankan spirit dekoratif
desain arsitektur klasik, tetapi menggunakan motif nonklasik. Contohnya, arsitektur Art Deco tahun 1920-an.

Ada juga yang mengeksplorasi bentuk geometri murni dan antidekorasi, seperti terlihat pada karya Le Corbusier pada tahun 1920-an. Ada juga yang mengeksplorasi integrasi kemajuan industri, teknologi dalam arsitektur, dan antidekorasi, seperti terlihat pada karya Ludwig Mies van der Rohe. Dua kelompok terakhir yang menyiratkan bentuk elementer, fungsional, dan antidekorasi ini dapat disebut sebagai
design arsitektur minimalis.

Seiring dengan perjalanan waktu, pengintegrasian kemajuan industri dan teknologi dalam
arsitektur bangunan mendominasi arah perkembangan arsitektur. Kehadirannya yang terasa di berbagai belahan dunia membuatnya dijuluki sebagai International Style.


www.isdaryanto.com

Temukan informasi lainnya mengenai
Arsitektur Desain | Design Architecture | Desain Interior | Desain Eksterior | Eksterior Bangunan | Desain Bangunan | Design Interior | Design Arsitektur | Interior Bangunan | Arsitektur Bangunan hanya di Arsitektur Desain / Design Architecture: Desain Interior & Eksterior Bangunan Bogor pada 88db.com