Kulit wajah mulus dan bentuk tubuh yang indah rasanya kurang lengkap jika tidak memerhatikan kebersihan. Salah satunya adalah kebersihan telinga. Apalagi telinga merupakan organ yang cukup penting untuk menjaga keseimbangan tubuh. Sayangnya meski besar manfaatnya, banyak orang yang menyepelekan.
Bahkan untuk membersihkan telinga pun dilakukan secara asal.
Padahal banyak cara merawat telinga, namun memang sedikit yang aman dan benar-benar higienis. Ear candle adalah salah satu perawatan yang mengedepankan keamanan dan kebersihan dan saat ini marak ditawarkan salon-salon kecantikan di
Lilin tersebut berdiameter 1,5 cm dan panjang kira-kira 20 cm. Ear candle terbuat dari sarang lebah, kain linen kualitas tinggi, chamomile, dan sage yang bisa membunuh kuman di dalam telinga. Proses terapinya, ear candle yang telah masuk ke dalam telinga dibakar. Ear candle yang dibakar akan mengeluarkan api dan panas.
Adanya panas di batang ear therapy akan menimbulkan tekanan di dalam daun telinga. Semakin lama tekanan tersebut akan semakin besar.
Sedangkan adanya api akan menimbulkan asap. Asap yang timbul dari batang ear candles itu ikut masuk ke dalam telinga hingga memenuhi ruang telinga. Pada kondisi itulah asap yang telah memenuhi ruang telinga mencari jalan keluar. Karena tekanan yang besar dan keberadaan aliran udara di dalam telinga, asap keluar lagi lewat lubang batang ear wax candle.
"Ketika asap hasil bakaran ear therapy keluar lewat lubang batangnya, kotoran yang menempel di gendang telinga ikut terangkat. Nah, kotoran-kotoran itulah yang mengakibatkan gangguan kesehatan di sekitar telinga, hidung, dan tenggorokan." terang Jarmin, demikian ibu satu putra ini karib disapa.
Secara bertahap ear wax candle dibakar hingga bersisa kurang lebih 5 cm. Sisanya dicabut, lalu dipasang ear candle baru. Setiap kali terapi, biasanya menggunakan dua batang untuk telinga kiri dan dua batang untuk telinga kanan. Lamanya terapi untuk sebatang lilin sekitar 20 menit
Saat lilin dibakar, Jarmini menuturkan jika pasien akan mendengarkan suara seperti halnya suara air terjun. "Saking enaknya tidak jarang pasien akan ketiduran," imbuh Jarmin.
Karena manfaat yang diberikan, ada baiknya jika terapi ini dilakukan setiap dua kali dalam sebulan. 'Kenikmatan' pasien kian terasa saat dilakukan massage. Pemijatan ini dilakukan sebelum dan sesudah terapi. Adapun pemijatan dilakukan di area telinga dan leher. “Massage ini bertujuan untuk melancarkan peredaran darah di area telinga dan leher,”pungkasnya.
www.surabayapost.co.id
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Kesibukan dan rutinitas kadang membuat kita lupa bahwa beberapa bagian tubuh memerlukan perawatan. Contohnya saja telinga. Perawatan organ vital ini sering diabaikan meski fungsinya sebagai indera pendengaran sangatlah penting bagi kita.
Pada bagian dalam pada telinga, ada sejumlah toksin yang terus diproduksi dan harus dibersihkan agar telinga selalu sehat dan bersih. Selain itu, struktur organ telinga yang terbuka menyebabkan debu dan kotoran mudah masuk dan bersarang di dalam kuping.
Cara tradisional yang selama ini sering dilakukan Untuk membersihkan telinga adalah menggunakan cotton bud. Namun cara ini juga cukup beresiko karena jika tidak berhati-hati, cotton bud dapat melukai atau merusak bagian dalam telinga. Resiko lain, cotton bud dapat tertinggal di dalam telinga.
Cara lain yang lebih modern, nyaman, dan aman untuk membersihkan telinga adalah dengan menggunakan terapi Ear Candle (lilin telinga). Ear Candle Therapy cukup efektif mengangkat kotoran yang berada dalam telinga. Dengan menggunakan Ear Candle yang berbentuk pipa yang berbentuk kerucut yang di ujungnya memiliki filter, kotoran lebih banyak terangkat.
Cara kerjanya Ear Therapy sangat sederhana. Sekitar 5 menit dilakukan pemijatan di sekeliling telinga. Kemudian ear candle yang memiliki panjang kurang lebih 20 cm itu sebagian ujungnya yang memiliki diameter terkecil dimasukkan ke dalam telingga. Lilin dibakar hingga menyisakan 1-2 cm di atas bagian filter.
Ear Candle Therapy sendiri merupakan balutan aromaterapi pada media semacam kain yang digulung menjadi pipa yang mengkrucut dengan sebuah filter di ujung diameter terkecil. Berbagai jenis aromaterapi dari ear candle, antara lain papermint, lavender, bergamot dan lainnya.
Ear Therapy ini sangat bagus untuk kesehatan telinga. Kotoran akan terangkat dengan aman. Pada orang yang pertama kali melakukan terapi ini biasanya akan banyak kotoran telinga yang terangkat.
Beberapa manfaat yang dapat dari Ear Candles terapi ini antara lain, membuat wajah lebih segar, menyamankan perasaan dan mengatasi insomnia, mengatur keseimbangan energi, mengurangi ketegangan dan stres, meringankan pusing, migren dan lainnya. Anda tertarik mencoba Ear Wax Candle?
pijatbagus.wordpress.com
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Terapi lilin telinga (ear candle) berasal dari suku Indian, penduduk asli Amerika. Lilin telinga terbuat dari sarang tawon dengan linen kualitas tinggi. Lilin telinga (ear candle) ini berbeda dengan lilin yang dikenal sehari-hari, yang terbuat dari parafin. Panjang lilin telinga 30 sentimeter dan berongga. Sampai saat ini hanya tersedia dua ukuran rongga, yakni 5/8 inci yang digunakan untuk terapi orang dewasa dan ukuran rongga 1/2 inci untuk anak-anak. Bahan ear candle therapy ini diimpor dari Amerika Serikat. Bentuknya meruncing dan diberikan tatakan bulat yang terbuat dari karton yang dilapisi alumunium foil, saat lilin itu dibakar.
Terapi (ear therapy) dengan menggunakan lilin ini sangat bermanfaat bagi kesehatan, khususnya pendengaran, dan bisa juga menyembuhkan sejumlah penyakit. Dari sekitar 5.600 pasien yang datang sejak pertengahan 2004 sampai saat ini, diketahui ear therapy bisa menyembuhkan penderita tuli, sekaligus mempertajam pendengaran, vertigo (sakit kepala yang berputar-putar), migrain (sakit kepala sebelah), mengatasi infeksi telinga tengah (otitis media), penyakit telinga berupa nanah kuning kental berbau busuk (congek), tinitus (telinga yang berdengung), sinusitis (infeksi di rongga hidung), serta insomnia (penyakit sulit tidur).
Sebelum ditherapy, telinga pasien diperiksa dengan alat bernama otoskop (ear candle therapy). Dengan alat ini bisa diketahui apakah di gendang telinga sudah menempel jamur, ada bisul atau radang, atau ada kotoran yang mengeras. Kalau di gendang telinga hanya ada jamur, bisul, atau radang, pasien bisa langsung diterapi. Lihat ear wax candle dan ear candles.
Tetapi kalau ada kotoran yang keras, ditetesi obat untuk melunakkannya, lalu diangkat, kemudian baru diterapi. Saat diterapi, pasien tidur dalam posisi miring-tegak lurus. Lalu, bagian lilin yang runcing (bagian ujung) dimasukkan ke lubang telinga dan bagian pangkalnya dibakar (ear candle indonesia).
Setiap therapy
Panas itu membuat tekanan udara di pangkal lilin menjadi rendah. Asap dari pembakaran lilin masuk ke seluruh ruang telinga (ear candle indonesia). Dalam waktu tertentu (sekitar 7-10 menit) asap di dalam rongga telinga menjadi jenuh, kemudian terdesak keluar sambil membawa partikel-partikel (kotoran telinga/wax) yang berada di rumah siput (tymphani), serta jamur yang menutup gendang telinga. Dalam beberapa kasus, asap itu bahkan membawa bakteri dan jamur.
sumber: afadillah.blogspot.com
Temukan informasi lainnya hanya di Ear Candle Indonesia | Ear Candle | Ear Therapy | Ear Wax Candle | Ear Candles | Ear Candle Therapy | Therapy hanya di 88db.com