Sistem Mesin Baru New Mazda6

Ketika pedal gas diinjak dalam (kickdown), dan jarum meter penunjuk putaran mesin (tachometer) berhenti pada 4.000 rpm, New Mazda 6 langsung melesat dengan cepatnya. Punggung tersentak ke belakang, melesak ke sandaran kursi. Tak terasa jarum spidometer sudah menunjuk angka 100 kilometer per jam.

Dibandingkan dengan
mobil Mazda 6 Sport pendahulunya yang diperkenalkan 29 Januari 2007, New Mazda6, lebih bertenaga. Jangan heran. Kapasitas mesin yang disandang New Mazda, 2.5 Liter, memang lebih besar daripada mesin 2.3 Liter yang disandang mobil Mazda 6 Sport.


Namun, penyaluran tenaga dan torsi mesin New
Mazda 6 ke roda berlangsung lebih lembut ketimbang pendahulunya. Itu terjadi karena mesin 2.5 Liter yang disandang New Mazda6 bukanlah mesin berperforma tinggi seperti yang disandang oleh Mazda6 Sport. Pada mesin New Mazda6 tenaga maksimum sebesar 167 PK dicapai pada 6.000 rpm, sedangkan pada mesin Mazda6 Sport tenaga maksimum sebesar 164 PK dicapai pada 6.500 rpm, dan mesin tetap dapat dipacu sampai jarum tachometer memasuki batas garis merah pada 7.000 rpm.


Namun, torsi maksimum New Mazda6 sebesar 226 Nm dan Mazda6 Sport sebesar 207 Nm sama-sama dicapai pada 4.000 rpm. Torsi sebesar itulah yang sanggup melesakkan punggung pengendara dan penumpang depan New Mazda6 ke sandaran kursi.


Sama seperti
Mazda6 Sport, New Mazda6 pun asyik dikendarai, dalam berbagai tingkatan kecepatan. Itu sebabnya, Mazda6 kerap kali juga disebut sebagai mobil yang dirancang bagi pengendara (driver’s car).


Jika merasa kurang puas hanya dengan menggunakan persneling otomatik, yang memiliki 6 tingkatan kecepatan, pengendara dapat mengoperasikan tiptronic, dengan memindahkan tangkai persneling ke kanan. Dengan mengoperasikan tiptronic, pengendara dimungkinkan untuk menaikkan dan menurunkan gigi persneling secara manual tanpa kehadiran pedal kopling. Pengendara tinggal memaju dan memundurkan tangkai persneling, atau menggunakan tuas dan tombol di setir.


Walaupun Mazda6 merupakan kendaraan yang dikhususkan bagi pengendara, namun Mazda6 juga nyaman bagi penumpang yang duduk di kursi belakang. Itu tentunya berkat suspensi Mazda6 yang lumayan baik.


Penggunaan dynamic stability control (DSC) dan traction control (pengendali traksi) membuat Mazda mempunyai penapakan yang baik di permukaan jalan dan stabil dikendarai. Gejala oversteer atau understeer tidak muncul, kendati mobil melakukan manuver dengan kecepatan tinggi.


Wajah baru


Selain mesinnya yang baru, wajah
New Mazda6 pun mengalami perubahan. Meskipun, kesan sport pada New Mazda6 tetap menonjol. Dari depan, sosok New Mazda6 agak mirip dengan Mazda RX8. Walaupun bagian belakang New Mazda6 diubah di sana-sini, secara selintas perubahan tersebut tidak terlalu kentara, apalagi lubang knalpot ganda yang merupakan ciri khas Mazda6 Sport tetap dipertahankan.


Interior
New Mazda6 tidak banyak berubah apabila dibandingkan dengan pendahulunya. Kesan sport melekat erat pada interior. Kursi pengendara dilengkapi pengaturan elektronis, setir pun dapat dinaikkan atau diturunkan (tilt) dan dapat didorong atau ditarik (telescopic), dan setir pun dilengkapi berbagai tombol pengaturan.


New Mazda6 akan memasuki segmen sedan midsize yang ditempati oleh Honda Accord, Toyota Camry, dan Nissan Teana. Dan, sama seperti mobil-mobil pesaingnya, New Mazda6 pun menggunakan keyless entry serta menggunakan tombol start stop engine untuk menyalakan dan mematikan mesin.


www.kompas.com


Dukung Kampanye
Stop Dreaming Start Action Sekarang

0 komentar:

Posting Komentar