Nonton TV di dalam mobil akan dilarang di Thailand. Di Indonesia pun sudah marak bermunculan TV mobil. Lantas bagaimana awal mula munculnya TV mobil? "Itu
GPS itu pun, lanjut Rifat, telah berkembang hingga menjadi radio, televisi, hingga DVD dengan layar sentuh (touch screen). Itu pun awalnya dipasang pada semua mobil-mobil mewah untuk kenyamanan penumpangnya. Di depan dan belakang ada. Namun ada sensornya. Kalau mobil jalan, TV nya mati. Kalau berhenti, TV baru hidup," ujar Rifat yang juga pengusaha rental mobil ini.
Dengan sistem sensor seperti itu, imbuh Rifat, tidak mengganggu konsentrasi pengendaranya. Yang menjadi masalah, adalah TV mobil berlangganan bongkar pasang yang muncul di pasaran akhir-akhir ini. TV mobil pun biasanya dipasang di depan, dekat dengan pendingin udara bagian depan sehingga bisa dilihat pengemudi. "TV mobil yang pasangan itu
www.detiknews.com
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Tren menonton tayangan televisi (TV) di mobil marak di
Namun, apapun merek dan berapapun harga TV Mobil, satu masalah klasik yang dikeluhkan adalah tayangan program TV sering bergoyang bahkan terputus-putus ketika mobil sedang berjalan.
Untuk mengatasi masalah itu kini hadir M2V, TV Mobil Berlangganan dengan metode digital yang menjamin memberikan tayangan televisi sempurna tanpa gangguan.
"Mobil-mobil kini sudah dilengkapi dengan monitor TV, tetapi ada keluhan mereka belum bisa menonton dengan baik. Di sinilah kita menyiasati pasar dan masuk ke celah tersebut," ujar Irwan Garniwan, General Manager Penjualan dan DIstribusi M2V di bawah naungan PT Mentari Multimedia kepada mediaindonesia.com pada Jumat (20/2) sore.
M2V adalah sebuah inovasi berupa TV Mobil Berlangganan, tidak jauh berbeda TV Berlangganan yang marak di rumah-rumah. Keunggulan M2V adalah kekuatan siarannya yang tidak lagi menggunakan sistem analog, tetapi sudah digital.
Dengan demikian tayangan akan tetap nyaman untuk ditonton walaupun mobil sedang bergerak. "Di seluruh
Begitu juga dengan perjalanan di tengah cuaca buruk, tayangan M2V akan tetap memuaskan tanpa ada gangguan yang signifikan seperti pada sistem TV analog lainnya.
Cakupan utama layanan M2V adalah wilayah
Selain siaran beberapa TV lokal, M2V juga memberikan para pelanggannya siaran-siaran internasional seperti Discovery Channel, National Geographic, BBC World, Star Movies, hingga Animal Planet.
Hingga kini tak kurang dari 10.000 pelanggan TV Mobil M2V sudah dapat menyaksikan siaran dengan total 26 channel di kabin mobil mereka. Tidak hanya itu, salah satu operator taxi di Jakarta berkekuatan 400 armada juga sudah digandeng M2V untuk menghadirkan tayangan kelas dunia di kabinnya.
Yang tidak kalah membanggakan, produk TV Berlangganan ini murni hasil buatan anak bangsa. "M2V adalah buatan dalam negeri. Idenya asli Indonesia, produknya buatan ,i>engineering-engineering Indonesia," papar Irwan.
Jika Anda telah memiliki TV di mobil, siapkan saja dana sekitar Rp2 juta untuk mulai mendapatkan layanan M2V. Jaminan penggantian unit baru dalam tiga bulan, apabila terdapat kerusakan, akan diberikan oleh PT Mentari Multimedia selain garansi produk selama satu tahun.
mediaindonesia.com
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang
Layar TV kecil yang kini sudah bisa dipasang di mobil atau di lingkar stir mobil, dituding sebagian orang di AS sebagai penyebab beberapa kasus kecelakaan. Tapi, sebuah perusahaan perangkat TV mobil ini membantah.
Uniknya, tudingan ini hanya menjalar dari mulut ke mulut tidak diungkapkan secara resmi. Tak heran, pemerintah federal AS segera turun tangan untuk melakukan investigasi. Demikian diberitakan usatoday.com, baru-baru ini.
Alih-alih, Alpine Electronics of America yang merupakan salah satu pionir pembuat monitor TV mobil mengatakan, penyelidikan itu berlebihan dan sebuah pelanggaran. Soalnya, jika berita itu dibenarkan perusahaan mereka akan kehilangan pasar.
Di Amerika Serikat sendiri, keberadaan TV mobil ini sebenarnya jauh dari celaan. Apalagi, perangkat yang dibarengi kantong udara penolong pertama pada kecelakaan mobil ini, jadi tren di kalangan atlit profesional, rapper dan juga para remaja-remaja
Salah seorang juru bicara National Highway Traffic Safety Administration AS, Tim Hurd mengatakan, dalam kecelakaan yang terjadi kerugian yang diderita berkisar US$ 5,000.
"Kami tidak memiliki data investigasi yang formal, tapi kami akan menyelidiki isu yang mengatakan banyak kecelakaan karena posisi kantong udara penyelamat diganti menjadi TV,” katanya.
Saat ini, pemasaran TV mobil di AS, menujukkan angka pertumbuhan yang tinggi.
Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action dan Terapkan Stop Dreaming Start Action Sekarang