Tampilkan postingan dengan label merangkai bunga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label merangkai bunga. Tampilkan semua postingan

Kegiatan Merangkai Bunga

Tidak memiliki keterampilan khusus merangkai bunga, tak berarti Anda tidak bisa mempercantik ruangan dengan tataan bunga yang cantik. Kini rangkaian bunga yang populer cenderung lebih simpel sehingga mudah dibuat oleh orang awam sekalipun. Saatnya Anda menjadi seorang florist decoration handal baik merangkai bunga kering maupun yang segar.

Wadah
florist/bunga yang digunakan juga lebih bebas. Tak hanya terbatas vas tapi kita bisa memanfaatkan bermacam wadah lain yang ada di lemari peralatan rumah tangga Anda.


1. Vas bening bentuk bulat direkatkan double tape di sekelilingnya dan ditempelkan daun pakis. Ditambahkan bunga jengger ayam merah dan daun stock.


2. Vas kotak bening diisi dengan susunan batang bambu air mengikuti bentuk vas, bunga baby’s breath, dan daun kucai.

3. Vas akrilik warna hijau bentuk kotak berisi daun ruscus dan florist/bunga gerbera kuning.

TIPS
* Sediakan selalu oasis untuk tempat menusukkan
bunga segar atau daun.


* Sesuaikan ukuran oasis dengan vas yang akan digunakan. Jika perlu, potong oasis sesuai bentuk vas.


* Sebelum dimasukkan ke dalam vas, rendam dahulu oasis hingga penuh terisi air.


* Ukur batang
bunga segar atau daun sehingga tahu seberapa panjang batang yang akan dipotong. Potong batang bunga secara menyerong agar gampang ditusukkan ke oasis.

Jadi merangkai
bunga kering atau bunga basah/segar bukan masalah lagi. Semoga bermanfaat.


www.femina-online.com


Dukung Kampanye Stop Dreaming Start Action Sekarang

Tips Dekorasi Bunga Segar



Selain bunga-bunga untuk dekorasi (
Florist Decoration) tempat upacara dan resepsi, ada beberapa rangkaian yang penting dan perlu dipersiapkan untuk suatu pesta pernikahan international style (Florist Decoration International), antara lain:
1. Hand bouquet
Handbouquet atau
Bunga Segar yang dibawa oleh pengantin wanita akan semakin menambah keanggunan sang pengantin. Dalam memilih handbouquet harus disesuaikan pula dengan bentuk tubuh dan model gaun pengantinnya. Beberapa bentuk handbouquet yang umum digunakan adalah round, cascading, dan teardrop.
2. Throw bouquet
Jika akan ada acara lempar bouquet
Bunga Segar pengantin, dan pengantin sayang untuk memberikan handbouquet-nya, maka sebaiknya disediakan bouquet yang berbeda dengan bentuk yang lebih sederhana khusus untuk acara ini
3. Bridesmaids bouquet
Jika teman-teman pengantin bersedia menjadi bridesmaids, sebaiknya mereka juga diberikan handbouquet dengan ukuran yang lebih kecil untuk mempercantik penampilan mereka. Serasikanlah warna gaun dan handbouquet mereka dengan tema pesta
Bunga Jakarta & Florist Jakarta. Ini akan memperkuat tema warna yang dipilih. Selain handbouquet, hiasan kepala ataupun rangkaian bunga untuk di pergelangan tangan juga dapat menjadi alternatif yang manis. Di Indonesia masih jarang ada acara pernikahan yang menggunakan bridesmaids, groomsmen & ushers secara lengkap. Di sini lebih dikenal pagar ayu dan pagar bagus yang fungsinya tidak jauh-jauh berbeda Bunga Jakarta & Florist Jakarta. Mereka biasanya menggunakan corsage atau hiasan kepala yang serupa untuk pagar ayunya.
4. Flower girls’ bouquet
Untu gadis kecil pengiring pengantin biasanya dibuatkan bouquet
Bunga Kering dengan ukuran yang sesuai dengan tubuhnya. Alternatif lain, flower girl bisa memakai rangkaian bunga sebagai hiasan kepala atau bisa juga membawa keranjang berisi bunga tabur.
5. Buttonhole
Buttonhole
Florist Bunga diperlukan untuk pengantin pria dan pendampingnya (bestman). Untuk keserasian, pilihlah salah satu bunga yang ada di handbouquet pengantin untuk buttonhole. Bentuknya serupa dengan corsage namun tentunya lebih istimewa dengan ukuran yang biasanya lebih besar.
6. Corsages
Corsages
Florist Bunga diperuntukkan untuk orang tua pengantin dan kedua belah pihak keluarga pengantin atau biasanya yang menjadi panitia pernikahan. Corsages sebaiknya mudah untuk disematkan ke pakaian dan bunganya tidak mudah layu.
7. Bunga tabur
Bunga Kering Pada adat barat, saat pengantin keluar dari tempat upacara maka keluarga dan teman-temannya akan menunggu di pintu keluar dan menaburkan bunga ke arah pengantin. Untuk ini perlu disiapkan cones kecil sebagai tempat bunga tabur yang akan dibagikan kepada mereka yang menghadiri upacara pernikahan.

Temukan semua Florist Decoration - Bunga Jakarta - Bunga Kering - Bunga Segar - Florist Jakarta - Florist Bunga dan Florist Decoration: Bunga Jakarta-Bunga Kering&Bunga Segar Florist Jakarta di 88DB.Com

http://www.cybertokoh.com

Memilih bunga segar

Anggrek yang merupakan tanaman asli Indonesia kini memang sudah tidak asing lagi para penghobi florist decoration tanaman hias.jenis dan ragamnya memang cukup banyak dengan bunga-bunganya yang beraneka warna.namun untuk bisa memilih florist decoration anggrek yang bagus untuk dikoleksi,ada baiknya kalau mengetahui kondisi bunga jakarta terlebih dahulu sebelum di beli.hal tersebut memang perlu di lakukan daripada kecewa belakang hari.di sini kami mencoba memberikan tips cara memilih anggrek dan bunga jakarta simak berikut ini.

MEMILIH ANGGREK YANG AKAN DI BELI:
-Sehat dengan bunga kering dan daun hijau sedang,mengkilat dan polos tanpa bercak kuning atau cokelat pada daun dan batang,karena ada kemungkinan terserang penyakit.
-Memilih batang atau umbi semu(pseudobulb) bunga segar yang gemuk,kuat dan polostanpa bercak.hindari batang/pseudobulb yang berkerut (lemungkinan karena kekurangan air)
-Memiliki anakan bunga segar baru yang lebih banyak (untuk anggrek sympodial),sehingga jika yang dewasa mati,ada gantinya.selain itu,peluang untuk berbunga juga lebih besar.
- Memiliki bekas florist bunga tangkai bunga lebih banyak,yang berarti anggrek tersebut tergolong rajin berbunga.
-Bertangkai bunga utuh.Tangkai florist jakarta terpotong adalah salah satu sifat menurun sehingga pada pembangunan berikutnya.kemungkinan juga akan terpotong.
-Kuntum bunga dalam keadaan setengah mekar dan utuh (tepi bunga tidak mengkerut),agar lebih lama menikmati keindahan bunganya setelah di beli di florist bunga.
-Batangnya kokoh tertanam pada pot jika mudah goyang ada kemungkinan anggrek tersebut baru di tanam ulang atau system akarnya tidak baik
-Periksa medianya,apakah terdapat hama (serangga kecil)yang merayap.hindari tanaman yang ber herhama.
-Lihat tangkai bunganya, apakah memang berasal dari tanaman atau hanya bunga potong yang di tancapkan pada pot.
- Pilih florist jakarta yang terpercaya dalam menjual bunga kering dan mejual bunga segar

Temukan semua

Florist Decoration - Bunga Jakarta - Bunga Kering - Bunga Segar - Florist Jakarta - Florist Bunga dan Florist Decoration: Bunga Jakarta-Bunga Kering&Bunga Segar Florist Jakarta di 88DB.Com

potongan bunga segar

Dengan membeli bunga kering dari florist decoration biasanya bunga yang di beli dari florist jakarta akan tahan lama and perawatan bunga dari florist bunga ini juga mudah yuk kita lihat perwatan bunga setelah kita beli dari florist bunga kita simak di bawah ini

Bunga segar seringkali menjadi pilihan untuk florist decoration. Banyak orang memilih menggunakan bunga kering atau bunga plastik (artifisial). Bunganya tidak akan layu, perawatannya pun lebih praktis. Tetapi tidak ada salahnya pada momen-momen tertentu, coba hias ruangan dengan bunga segar (bunga potong).

Tampilannya bunga jakarta lebih alami. Bunganya cantik dan wangi. Setiap bunga jakarta segar memiliki daur hidupnya masing-masing, tergantung jenisnya. Biasanya antara 2-20 hari. Dengan perawatan yang benar, bunga segar dapat tampil segar lebih lama, paling tidak selama daur hidupnya.

  1. Setelah dipotong atau dibeli dari florist jakarta segera letakkan bunga dalam vas berisi air. Isi vas dengan air bersih hingga kira-kira 2/3 bagian vas. Hampir semua bunga segar membutuhkan air. Dalam satu hari, bunga mampu menyerap air hingga seperempat ukuran vas yang digunakan.
  2. Semprot kelopak bunga dengan air, minimal tiga kali sehari.
  3. Jangan biarkan air dalam vas kotor. Rajin-rajinlah melakukan penggantian. Potong sedikit ujung tangkai bunga, setiap kali dilakukan penggantian air.
  4. Berikan sedikit garam dalam air. Garam dapat membuat bunga segar lebih lama.
  5. Hindarkan bunga dari sinar matahari langsung. Jauhkan juga dari benda-benda yang mengeluarkan panas. Hawa panas dapat menyebabkan dehidrasi. Sehingga bunga cepat kering dan layu.
  6. Buang daun-daun atau batang yang mulai layu dan menguning. Hal ini dilakukan untuk menghindari tumbuhnya bakteri.

Temukan semua

Florist Decoration - Bunga Jakarta - Bunga Kering - Bunga Segar - Florist Jakarta - Florist Bunga dan Florist Decoration: Bunga Jakarta-Bunga Kering&Bunga Segar Florist Jakarta semua ada di 88DB.Com

merangkai bunga segar

Siapa yang tak ingin rumahnya di pajang rangkaian bunga indah, sebenarnya tak sulit mencari florist bunga yang menyediakan bunga jakarta maupun bunga impor rata rata florist decoration memang menyediakan jasa ini.

Tetapi terkadang jasa yang disediakan florist decoration dalam menyediakan merangkai bunga jakarta terkadang harganya memang mahal. Daripada membayar florist decoration ada baiknya kita merangkai sendiri baik dari bunga segar maupun bunga kering, dan biasanya penggunaan bunga kering ini supaya awet rangkaian bunganya. Florist bunga juga rata rata menyediakan bunga kering karena permintaan terhadap florist jakarta akan bunga kering juga tinggi, biasanya florist jakarta menyediakan bunga kering untuk merangkai ikebana yang akan di pajang cukup lama

Bunga segar sebagai bagian dari tumbuhan telah digunakan sejak zaman dahulu untuk berbagai ritual, baik sebagai persembahan kepada dewa ataupun sesajian untuk arwah para leluhur. Namun, dari sekian banyak ritual yang menggunakan bunga segar, mungkin hanya jepanglah yang dapat mempertahankan dan mengubahnya menjadi sebuah kebudayaan bernilai seni tinggi, yang dewasa ini dikenal dengan sebutan ikebana.

Pengertian Ikebana

Kata ikebana merupakan gabungan dari kata ‘ike’ yang berari ‘hidup’ atau ‘tumbuh’ dan kata ‘hana/ bana’ yang berarti ‘bunga’. Jadi, secara etimologi ikebana berarti ‘bunga hidup’. Secara populer, ikebana diterjemahkan sebagai ‘seni merangkai bunga’.

Rangkaian bunga ikebana tidak hanya disusun oleh bunga saja. Daun, buah, rumput dan ranting juga menjadi unsur penting dalam ikebana. Bahkan plastik, kaca dan logam juga dipergunakan dalam ikebana kontemporer. Semua unsur-unsur tersebut dirangkai sedemikian rupa dengan memperhatikan cara merangkai, ukuran, tekstur, volume, warna, jambangan, tempat dan waktu merangkai bunga tersebut sehingga dapat dihasilkan rangkaian bunga yang indah dan bernilai seni tinggi.

Ikebana Tradisional

Pada awalnya ikebana adalah rangkain bunga yang dipersembahkan kepada Budha dan roh leluhur. Saat itu, rangkaian ikebana masih sangat sederhana karena hanya terdiri dari 3 tangkai bunga saja yang ditancapkan sedemikian rupa secara simetris. Tangkai utama yang paling panjang di tengah-tengah, sedangkan 2 tangkai lainnya yang lebih pendek di kiri-kanannya. Pada awal abad 17, rangkaian bunga untuk persembahan tersebut berkembang menjadi gaya rikka (bunga berdiri) yang diciptakan oleh seorang biksu Budha dari Sekolah Ikenobo. Tangkai utama pada gaya ini melambangkan surga atau kebenaran, sedangkan 2 tangkai lainnya melambangkan alam (kehidupan).

Tak lama setelah gaya rikka berkembang dan semakin komplek, muncul gaya lain yang sangat sederhana, yaitu nageire yang artinya melemparkan atau membuang. Nageire ini merupakan rangkaian bunga bergaya bebas. Dalam nageire ini rangkaian ikebana-nya terdiri atas 1 atau 2 tangkai saja yang diletakkan secara apik pada sebuah jambangan kecil sebagai hiasan pada saat chanoyu (upacara minum teh). Rangkaian bunga untuk minum teh ini juga dikenal dengan istilah chabana.

Biksu dan golongan bangsawan adalah segelintir orang yang pada awalnya mempraktikan ikebana, tetapi pada abad 18 secara luas juga dipraktikan oleh golongan samurai dan para pedagang. Hal ini tidak dapat lepas dari stabilitas keamanan dan perkembangan perekonomian Jepang yang semakin baik. Kekomplekan dan kekakuan gaya rikka mendorong lahirnya gaya lain yaitu gaya shoka atau seika yang berarti ’bunga hidup’. Gaya shoka/ seika ini dengan cepat tersebar di tengah masyarakat yang menyebabkan terdesaknya gaya rikka.

Temukan semua

Florist Decoration - Bunga Jakarta - Bunga Kering - Bunga Segar - Florist Jakarta - Florist Bunga dan Florist Decoration: Bunga Jakarta-Bunga Kering&Bunga Segar Florist Jakarta semua ada di 88DB.COM

ikebana di indonesia

Siapa yang tak kenal Ikebana teknik merangkai bunga dari jepang, tak hanya bunga kering yang bisa di rangkai, selain bunga kering teknik ikebana juga merangkai bunga segar.

Banyak florist bunga menyediakan bahan untuk ikebana, dan

florist bunga biasanya mengerti kebutuhan akan ikebana.

Jadi misalnya mau mencari bunga jakarta untuk merangkai ikebana, sebaiknyaberkonsultasi dulu dengan yang lebih ahli, karena tidak semua bunga jakarta bisa di rangkai, karena karakteristik bunga yang berbeda beda.

Selain bunga segar menggunakan bunga kering pun menjadi pilihan, selain lebih awet florist decoration untuk bunga kering biasanya lebih flesibel, karena tidak perlu mempertahankan kehidupan bunga.

Florist decoration yang baik mampu membuat rangkaian bunga yang dihasilkan mejadi indah.

Banyak florist jakarta yang menyediakan jasa ikebana, namun jika anda tidak ingin menggunakan jasa florist jakarta anda bisa belajar otodidak maupun belajar di sekolah ikebana.

Yuk simak asal usul Ikebana

Asal-usul Ikebana adalah tradisi mempersembahkan bunga segar di kuil Buddha di Jepang. Ikebana berkembang bersamaan dengan perkembangan agama Buddha di Jepang di abad ke-6.

Ada penelitian yang mengatakan Ikebana berasal dari tradisi animisme orang zaman kuno yang menyusun kembali tanaman bunga segar yang sudah dipetik dari alam sesuai dengan keinginannya. Di zaman kuno, manusia merasakan keanehan yang terdapat pada tanaman dan mengganggapnya sebagai suatu misteri. Berbeda dengan binatang yang langsung mati setelah diburu, bunga atau bagian tanaman yang sudah dipetik dari alam bila diperlakukan dengan benar tetap mempertahankan kesegaran sama seperti sewaktu masih berada di alam. Manusia yang senang melihat "keanehan" yang terjadi kemudian memasukkan bunga atau bagian tanaman yang sudah dipotong ke dalam vas bunga. Manusia zaman kuno lalu merasa puas karena menganggap dirinya sudah berhasil mengendalikan peristiwa alam yang sebelumnya tidak bisa dikendalikan oleh manusia.

Ketakjuban manusia terhadap tumbuhan yang dianggap mempunyai kekuatan aneh juga berkaitan dengan pemujaan tanaman yang selalu berdaun hijau sepanjang tahun (evergreen). Manusia zaman dulu yang tinggal di negeri empat musim percaya bahwa kekuatan misterius para dewa menyebabkan tanaman selalu berdaun hijau sepanjang tahun dan tidak merontokkan daunnya di musim dingin.

Sejarah seni merangkai bunga

Menurut literatur klasik seperti Makura no sōshi yang bercerita tentang adat istiadat Jepang, tradisi mengagumi bunga dengan cara memotong tangkai dari sekuntum bunga sudah dimulai sejak zaman Heian. Pada mulanya, bunga diletakkan di dalam wadah yang sudah ada sebelumnya dan kemudian baru dibuatkan wadah khusus untuk vas bunga.

Ikebana dalam bentuk seperti sekarang ini baru dimulai para biksu di kuil Chōhōji Kyoto pada pertengahan zaman Muromachi. Para biksu kuil Chōhōji secara turun temurun tinggal di kamar (bō) di pinggir kolam (ike), sehingga aliran baru Ikebana yang dimulainya disebut aliran Ikenobō.

Di pertengahan zaman Edo, berbagai kepala aliran (Iemoto) dan guru besar kepala (Sōke) menciptakan seni merangkai bunga gaya Tachibana atau Rikka yang menjadi mapan pada masa itu.

Di pertengahan zaman Edo hingga akhir zaman Edo, Ikebana yang dulunya hanya bisa dinikmati kalangan bangsawan atau kaum samurai secara berangsur-angsur mulai disenangi rakyat kecil. Pada zaman itu, Ikebana gaya Shōka (seika) menjadi populer di kalangan rakyat.

Aliran Mishōryū, aliran Koryū, aliran Enshūryū dan aliran Senkeiryū melahirkan banyak guru besar dan ahli Ikebana yang memiliki teknik tingkat tinggi yang kemudian memisahkan diri membentuk banyak aliran yang lain.

Ikebana mulai diperkenalkan ke Eropa pada akhir zaman Edo hingga masa awal era Meiji ketika minat orang Eropa terhadap kebudayaan Jepang sedang mencapai puncaknya. Ikebana dianggap mempengaruhi seni merangkai bunga Eropa yang mencontoh Ikebana dalam line arrangement.

Sejak zaman Edo lahir banyak sekali aliran yang merupakan pecahan dari aliran Ikenobō. Pada bulan Maret 2005 tercatat 392 aliran Ikebana yang masuk ke dalam daftar Asosiasi Seni Ikebana Jepang.

Temukan semua tentang

Florist Decoration - Bunga Jakarta - Bunga Kering - Bunga Segar - Florist Jakarta - Florist Bunga dan Florist Decoration: Bunga Jakarta-Bunga Kering&Bunga Segar Florist Jakarta hanya di 88DB.COM

Efektivitas Rangkaian Bunga sebagai Tanda Duka Cita Kematian

Efektivitas Rangkaian Bunga sebagai Tanda Duka Cita Kematian

Dalam budaya modern ini, penghormatan sebagai tanda rasa berkabung atas kematian seseorang dapat diujudkan dalam bentuk pemberian Karangan Bunga tanda duka cita. Karangan Bunga ini dapat dikirim atas nama perseorangan atau institusi yang merupakan keluarga atau kolega dari yang meninggal dunia.

Harga karangan Bunga Bunga ini relatif cukup bervariasi mulai dari yang berbentuk sederhana maupun yang besar, dengan harga yang bervariasi pula. Harga yang mahal ditentukan dari jenis dan jumlah Bunga Bunga yang digunakan. Untuk karangan bunga yang besar biasanya menunjukkan identitas dari si pengirimnya dengan cukup jelas atau sebenarnya secara tersembunyi juga dimanfaatkan sebagai sarana promosi.
Karangan bunga jenis ini sebenarnya lebih tepat digunakan pada acara pembukaan toko/usaha baru dalam bentuk Dekorasi Bunga sebagai bentuk ikut menyemarakkan atau peringatan sesuatu kegiatan, tetapi pada akhirnya ikut merembet juga digunakan sebagai tanda duka cita.

Sebagai tanda duka cita, karangan Bunga Papan biasanya dipajang di rumah duka atau tempat disemayamkannya jenazah. Selanjutnya pada saat jenazah dibawa ke pemakaman maka karangan Bunga Papan juga diiringkan untuk ditempatkan di atas makam. Berdasarkan tujuan penggunaan maka karangan bunga ini hendaknya dibuat seringkas mungkin sehingga tidak merepotkan keluarga atau pihak pengantar jenazah. Yang jelas hendaknya penyampaian tanda ikut berduka cita ini harus dapat tersampaikan. Ukuran karangan bunga yang besar justru dapat merepotkan pada saat dibawa ke makam.

Berdasarkan pengamatan yang sudah sering terjadi, karangan bunga setelah sampai pemakaman biasanya hanya langsung dibiarkan dijajar di tepi makam atau bahkan jika jumlahnya cukup banyak akan ditumpuk begitu saja.
Nilai keindahan yang seharusnya dipancarkan dari bunga yang terdapat di rangkaian menjadi sia-sia. Berdasarkan sifat keawetan bunga tersebut juga memberikan efektivitas yang rendah, karangan bunga tidak mungkin dibawa pulang kembali ke rumah, karena bentuk dan sifat rangkaian tidak memungkinkan untuk Dekorasi Bunga.
Demikian juga dari sisi budaya, menyimpan rangkaian bunga tanda duka cita di rumah sepertinya tidak cocok. Oleh karena itu tempat akhir karangan bunga tersebut sebenarnya di sekitar makam jenazah, padahal setelah upacara pemakaman selesai maka tidak ada lagi yang melihat bahkan memperhatikan karangan bunga tersebut.
Saat itu karangan bunga ini sudah menjadi limbah dan biasanya akan dibuang oleh pengurus pemakaman. Pihak keluarga pun sudah tidak mempersoalkan kepemilikan karangan bunga tersebut.

Apabila dilihat dari segi waktu, penulisan nama pengirim secara besar-besar efektif untuk dilihat oleh peziarah jika dipajang dalam jangka waktu cukup lama. Akan tetapi budaya dan ajaran agama yang menganjurkan untuk mensegerakan pemakaman jenazah, maka tujuan tadi menjadi tidak tercapai.
Untuk jenazah muslim maka jenazah biasanya berkisar maksimal 1-2 hari saja untuk langsung dikebumikan secepat mungkin, bahkan mungkin pada hari yang sama sudah langsung dimakamkan. Dengan demikian pemberian karangan bunga bagi jenazah muslim hendaknya dapat diganti saja dalam bentuk lain yang sekiranya dapat lebih bermanfaat bagi pihak keluarga seperti uang atau bahan makanan pokok. Jika memang tetap ingin menyampaikan dalam bentuk bunga, maka dapat dipilih rangkaian bunga sederhana dan ringkas, tanpa perlu menonjolkan identitas pengirim. Kalau pemakaman tanpa bunga sama sekali sepertinya juga kurang lengkap, tetapi kembali bahwa bunga memang diperlukan cuma tidak berlebih-lebihan. Yang penting tanda ikut berduka cita dapat disampaikan dan diterima oleh pihak keluarga.

Karangan bunga sebagai tanda duka cita sepertinya lebih cocok untuk jenazah yang diperlakukan dengan upacara yang memakan waktu cukup lama. Misal dalam budaya konghucu, dimana jenazah harus disemayamkan sampai beberapa hari sebelum akhirnya dikremasi. Dalam kasus ini, fungsi karangan bunga menjadi lebih terlihat di rumah duka atau tempat persemayaman jenazah.

Tetapi dengan adanya anjuran seperti ini, dampak yang terjadi adalah mungkin jasa pembuatan karangan bunga seperti Florist Surabaya, akan menurun dan lebih jauh lagi petani produsen bunga akan ikut terkena. Sebenarnya pangsa Florist Surabaya saat ini akan terus tumbuh tanpa harus khawatir hanya untuk memenuhi kebutuhan upacara kematian saja.

http://kampusbiru.ugm.ac.id

Untuk info lebih lanjut, bisa dilihat di Florist Surabaya - Dekorasi Bunga - Bunga Papan - Karangan Bunga - Bunga Bunga dan Florist Surabaya : Dekorasi Bunga - Bunga Papan & Karangan Bunga Jawa Timur di 88db.com