1. Belajar kelompok belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar cth belajar fashion muslim. Dalam belajar kelompok kegiatannya adalah membahas pelajaran yang belum dipahami oleh semua atau sebagian kelompok belajar baik yang sudah dijelaskan guru maupun belum dijelaskan guru.
Bergaulah dengan orang-orang yang optimis dan selalu berpikiran positif
bergaul dengan orang-orang yang senang belajar dan berprestasi, akan membuat kita pun gemar belajar. Selain itu, coba cari orang (cth pengajar privat)atau komunitas yang mempunyai kebiasaan baik dalam belajar. Bertanyalah tentang pengalaman di berbagai tempat kepada orang-orang yang pernah atau sedang melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, orang-orang yang mendapat beasiwa belajar di luar negeri, atau orang-orang yang mendapat penghargaan atas sebuah presrasi dengan latihan olahraga.Kebiasaan dan semangat mereka akan menular kepada kita. Seperti halnya analogi orang yang berteman dengan tukang pandai besi atau penjual minyak wangi. Jika kita bergaul dengan tukang pandai besi, maka kita pun turut terciprat bau bakaran besi, dan jika bergaul dengan penjual minyak wangi, kita pun akan terciprat harumnya minyak wangi.
pengertian belajar di sini dipahami secara luas, baik formal maupun nonformal misalany kursus gratis. Kita bisa belajar tentang berbagai keterampilan seperti merakit komputer, belajar menulis, membuat film, berlajar berwirausaha, dan lain lain-lainnya.
kita bisa memanfaatkan internet untuk bergabung dengan kumpulan orang-orang yang senang belajar. Salah satu milis dapat menjadi ajang kita bertukar pendapat, pikiran, dan memotivasi diri. Sebagai contoh, jika ingin termotivasi untuk belajar bahasa inggris, kita bisa masuk ke milis free-english-course@yahoogroups.com.
di dunia ini, ada orang yang selalu terlihat optimis meski masalah merudung. Kita akan tertular semangat, gairah, dan rasa optimis jika sering bersosialisasi dengan orang-orang atau berada dalam komunitas seperti itu, dan sebaliknya.
Cari motivator
kadangkala, seseorang butuh orang lain sebagai pemacu atau mentor dalam menjalani hidup. Misalnya: teman, pacar, ataupun pasangan hidup. Anda pun bisa melakukan hal serupa dengan mencari seseorang/komunitas yang dapat membantu mengarahakan atau memotivasi anda belajar dan meraih prestasi.
"resep sukses: belajar ketika orang lain tidur, bekerja ketika orang lain bermalasan, dan bermimpi ketika orang lain berharap." --william a. Ward
Bentuk kelompok belajar
Pilih tempat belajar yang tenang
Mulailah dengan menunjukkan satu atau dua huruf yang berwarna cerah saat belajar membaca. Perangkat belajar membaca anak seperti ini banyak tersedia di toko mainan anak. Gunakan huruf-huruf ini sebagai mainan bagi sang bayi, namun Anda dapat sedikit menekankan kepada sang bayi dengan menyebutkan nama huruf tersebut kepadanya setiap kali ia mengamati huruf tersebut. Tambahlah satu huruf secara per lahan saat belajar membaca anak seraya ia semakin bertumbuh. Seraya waktu berjalan, ia akan mulai dapat mengidentifikasi banyak huruf meski belum mampu mengucapkannya.
Tiga Langkah Pertama Metode Belajar Membaca :
1. Perkenalkan dan sebutkan setiap huruf pada bayi Anda
2. Sebut nama huruf-huruf dengan urutan kiri ke kanan
3. Bantulah ia mengerti bahwa huruf tercetak menggambarkan suara yang diucapkan
Setelah sang anak mengetahui semua huruf, maka tahap selanjutnya adalah memperkenalkan huruf-huruf tersebut pada urutan yang tepat. Di Indonesia kebiasaan membaca cepat adalah dari kiri ke kanan. Maka metode belajar, susunlah huruf-huruf tersebut dari kiri ke kanan. Ketika ia sudah mulai berbicara, mintalah ia belajar membaca cepat, menyebutkan huruf-huruf tersebut dengan urutan metode membaca dari kiri ke kanan.
Setelah seorang anak mengenali semua huruf, mulailah dengan belajar membaca mulai mengajarkan mengenal kata. Salah satu cara terbaik adalah dengan memperkenalkan namanya. Misalnya dengan menyusun huruf-huruf yang membentuk namanya. Lalu orang tua mengucapkan susunan huruf-huruf tersebut serta namanya. Ketika ia mulai lancar mengucapkan namanya, tambahkan kata lain yang mudah dimengerti seperti papa, mama, atau kata lainnya. Lakukan semua hal tersebut dalam kondisi santai dan juga dalam suasana bermain.
Selain itu, Anda juga dapat membaca
Agar metode belajar membaca ini tidak membosankan, hendaknya saat belajar membaca cepat cerita dilakukan dengan seekspresif mungkin. Gunakan metode belajar atau metode membaca intonasi suara sesuai karakter tokoh yang ada. Anda juga dapat menggunakan membaca cepat bahasa tubuh yang sesuai aatau melakukan efek drama seperti tertawa, berbisik, menjerit atau merengek untuk membuat anak berimajinasi.
Karena selera belajar membaca anak bisa berbeda, maka bila Anda hendak membeli sebuah buku, libatkan anak untuk memilih buku yang disukainya. Ini tentu dapat dilakukan ketika anak Anda sudah mengerti dan cukup umur untuk menentukan pilihannya. Selanjutnya, tugas Anda sebagai orangtua adalah menyeleksi buku yang dipilih anak apakah sesuai dengan usianya.
http://kumpulan.info/
Untuk informasi lebih lanjut, silahkan lihat di Belajar Membaca ~ Belajar Membaca Anak ~ Membaca Anak ~ Metode Belajar Membaca ~ Belajar Membaca Cepat ~ Metode Belajar ~ Metode Membaca ~ Membaca Cepat ~ Belajar ~ Membaca di 88db.com
1. Belajar Kelompok
Belajar kelompok dapat menjadi kegiatan belajar menjadi lebih menyenangkan karena ditemani oleh teman dan berada di rumah sendiri sehingga dapat lebih santai. Namun sebaiknya tetap didampingi oleh orang dewasa seperti kakak, paman, bibi atau orang tua agar belajar tidak berubah menjadi bermain. Belajar kelompok ada baiknya mengajak teman yang pandai dan rajin belajar agar yang tidak pandai jadi ketularan pintar.
2. Rajin Membuat Catatan Intisari Pelajaran
Bagian-bagian penting dari pelajaran sebaiknya dibuat catatan di kertas atau buku kecil yang dapat dibawa kemana-mana sehingga dapat dibaca di mana pun kita berada. Namun catatan tersebut jangan dijadikan media mencontek karena dapat merugikan kita sendiri.
3. Membuat Perencanaan Yang Baik
Untuk mencapai suatu tujuan biasanya diiringi oleh rencana yang baik. Oleh karena itu ada baiknya kita membuat rencana belajar dan rencana pencapaian nilai untuk mengetahui apakah kegiatan belajar yang kita lakukan telah maksimal atau perlu ditingkatkan. Sesuaikan target pencapaian dengan kemampuan yang kita miliki. Buatlah jadwal belajar yang baik. Kita bisa seperti belajar di sekolah internasional, sekolah bertaraf internasional kalau perencanaan & aplikasinya bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.
4. Disiplin Dalam Belajar
Apabila kita telah membuat jadwal belajar maka harus dijalankan dengan baik. Jika waktu makan, mandi, ibadah, dan sebagainya telah tiba maka jangan ditunda-tunda lagi. Lanjutkan belajar setelah melakukan kegiatan tersebut jika waktu belajar belum usai. Jika bermain video game sebaiknya pilih game yang mendidik dan tidak menimbulkan rasa penasaran yang tinggi ataupun rasa kekesalan yang tinggi jika kalah. Nah di sekolah internasional, sekolah bertaraf internasional hal ini harus diterapkan.
5. Menjadi Aktif Bertanya dan Ditanya
Jika ada hal yang belum jelas, maka tanyakan kepada guru, teman atau orang tua. Jika kita bertanya biasanya kita akan ingat jawabannya. Jika bertanya, bertanyalah secukupnya dan jangan bersifat menguji orang yang kita tanya. Tawarkanlah pada teman untuk bertanya kepada kita hal-hal yang belum dia pahami. Sekolah anak menentukan juga anak dalam aktif bertanya.
6. Belajar Dengan Serius dan Tekun
Ketika belajar di kelas dengarkan dan catat apa yang guru jelaskan. Catat yang penting karena bisa saja hal tersebut tidak ada di buku dan nanti akan keluar saat ulangan atau ujian. Ketika waktu luang baca kembali catatan yang telah dibuat tadi dan hapalkan sambil dimengerti. Jika kita sudah merasa mantap dengan suatu pelajaran maka ujilah diri sendiri dengan soal-soal. Setelah soal dikerjakan periksa jawaban dengan kunci jawaban. Pelajari kembali soal-soal yang salah dijawab.
7. Hindari Belajar Berlebihan
Jalan pintas yang sering dilakukan oleh pelajar yang belum siap adalah dengan belajar hingga larut malam / begadang atau membuat contekan. Sebaiknya ketika akan ujian tetap tidur tepat waktu karena jika bergadang semalaman akan membawa dampak yang buruk bagi kesehatan, terutama bagi anak-anak. Walaupun sekolah anak bagus tapi jangan juga belajar diporsir.
8. Jujur Dalam Mengerjakan Ulangan Dan Ujian
Hindari mencontek ketika sedang mengerjakan soal ulangan atau ujian. Mencontek dapat membuat sifat kita curang dan pembohong. Kebohongan bagaimanapun juga tidak dapat ditutup-tutupi terus-menerus dan cenderung untuk melakukan kebohongan selanjutnya untuk menutupi kebohongan selanjutnya. Anggaplah dengan nyontek pasti akan ketahuan guru dan memiliki masa depan sebagai penjahat apabila kita melakukan kecurangan.
Temukan informasi lainnya mengenai Sekolah Internasional - Sekolah Berstandar Internasional - Sekolah Berstandar - Sekolah Anak hanya di Sekolah Internasional : Sekolah Berstandar Internasional & Sekolah Internasional Anak pada 88db.com
Banyak cara mengajar anak belajar mengenal huruf, salah satunya menggunakan baby flashcards yang berbentuk aneka gambar. Mengajar anak membaca atau baby education memang terkadang menjadi kendala ibu yang ingin anaknya cepat membaca tetapi tak tahu bagaimana caranya. Sebenarnya baby education mempunyai syarat yang penting yaitu kesabaran karena dengan kesabaran maka mengajar anak bisa telaten.
Bisanya dengan penggunaan kartu belajar proses belajar anak jadi lebih mudah, kartu anak atau yang biasa disebut baby flashcards di desain dengan unik sehingga mendorong daya minat anak untuk belajar. Dengan kartu belajar ibu tak repot lagi mencari gambar atau menulis huruf karena memang di kids flashcards sudah di desain dengan menarik, memang baby card sangat membantu dalam mengajar anak membaca.
Selain itu huruf-huruf juga bisa dipelajari dengan cara:
1. Menggunakan Sand Paper Letter. Kertasnya agak kasar, atau bisa juga digunakan kertas amplas yang agak halus kemudian dibentuk huruf-huruf. Setelah itu anak diminta untuk mengikuti huruf tersebut dengan jarinya atau menggunakan education flashcards yang di desain dengan gambar gambar yang menarik.
2. Setelah beberapa kali belajar dengan education card, barulah anak diminta menuliskan huruf di kertas yang besar.
3. Atau dengan Finger Painting menggunakan cat air. Jadi huruf-huruf ditulis menggunakan jari di kertas maupun menggunakan education flashcards yang bias di coret coret.
Cara ini tidak terbatas untuk mulai huruf vokal atau konsonan terlebih dahulu dengan menggunakan kids flashcards.
Bila menggunakan metode Kinderland (Inggris), harus hafal Alphabet Terlebih dahulu baru kemudian kata per 3-huruf seperti: bad, cat, dog.
Cara membacanya memakai metode phonic. Ini berbeda sekali dengan cara mengeja bahasa
- Cara mengeja bahasa
- Cara mengeja bahasa Inggris: apple apple, aeh aeh aeh c-a-t dibaca keh-e-the, diejanya dari belakang eh-teh at, lanjutkan dengan keh-at jadi cat
Dari seminar tentang mengajar balita membaca, kita harus mengajarkan Balita membaca perkata, bukan per huruf atau per ejaan, seperti ba, bi, bu. Contohnya 1 kata dibuat di kertas karton dengan ukuran sedang atau dengan menggunakan education card, lalu kata ditulis cetak huruf kecil warna hitam, dan setiap hari kartu anak itu ditunjukkan ke anak. Setiap satu hari dibacakan sekitar 5 kata minimal 3x sehari, pagi, siang sore. Tidak semua cocok dengan cara belajar ini.
Bayi dan balita diajari membaca? Bagi sebagian orang, mungkin masih kurang familiar. Tapi saat ini, mengajarkan bayi dan balita membaca bukan sekadar tren. Sebab ini sudah menjadi kebutuhan.
Menginjak usia 2 bulan, bayi diajarkan dengan alat peraga sesuai metode Glen Doman, yang menulis buku How to Teach Your Baby to Read. Alat peraganya berupa Baby Flashcards. Ini merupakan Kartu Belajar yang berisi aneka kata maupun gambar. Kartu Belajar tersebut berisi aneka kata-kata, tentunya dengan tampilan huruf berukuran besar dan warna mencolok. Kepada si bayi atau balita, ortu menunjukkan Baby Card itu satu persatu sambil membacakannya (Kids Flashcards).
Pada usia 2 bulan ini, Baby Flashcards harus hitam-putih. Karena pada usia itu bayi baru bisa mengenali satu warna saja, yakni hitam. Makanya, ketika mengenalkan gambar pisang, botol susu dan sebagainya, harus warnanya hitam dan putih saja (lihat “Baby Card”).
Bayi baru bisa dikenalkan dengan warna lain, ketika sudah menginjak usia 3 bulan. Pada usia ini, bayi sudah bisa dikenalkan dengan Education Flashcards dengan warna selain hitam. Intensitasnya pun mulai ditingkatkan. Orang tua mulai menunjukkan satu kartu setiap detiknya. "Yang mulai susah, saat bayi sudah banyak melakukan aktifitas. Memang semakin bertambah usianya, konsentrasinya semakin pecah," sebut Frans.
Lantas? Ortu harus telaten dengan ikut ke mana mata si bayi memandang. Contohnya saat si bayi asyik menengok kanan-kiri, arah itulah yang diikuti sambil tetap menunjukkan Education Flashcards dan membacakannya. "Prinsipnya, bayi dan ortu harus tetap enjoy melakukannya," kiatnya.
Durasi mem-Flashcards si kecil ini juga tidak terpatok waktunya, namun harus dilakukan secara rutin. Bagaimana jika ingin mengetahui si kecil menyerap yang kita berikan? Meski ada aturan anak tidak boleh dites, ortu pun bisa melakukan tes kecil-kecilan. Caranya, memberikan banyak pilihan kartu yang sudah dikenalkan. Kemudian ortu menyebut misalnya kata apel. si kecil yang kemudian menunjukkan Baby Card berisi tulisan apel itu. Jika dilakukan secara rutin, saat si kecil berusia 2-3 tahun sudah mampu membaca koran dan buku.
Agar makin menarik perhatian si kecil, selain Flashcards, ortu juga mulai bisa menggunakan alat peraga berupa benda aslinya. Contohnya ortu memegang wortel dan jeruk. Saat menyebut wortel, si kecil yang belum bisa bicara mendekat ke arah ortu dan mengambil wortel. Itu untuk bayi yang belum berkata-kata.
Untuk si kecil yang sudah mulai berkata-kata, Flashcards yang ditunjukkan sang ortu mampu dibaca sendiri oleh si kecil meski dengan vokal yang belum jelas. Cuma, ini bisa terjadi jika stimulan itu rutin diberikan dan dimulai sejak dini.
Selain mem-Flashcards di rumah, juga ada pilihan untuk memasukkan si kecil ke sekolah atau tempat kursus. Seperti dituturkan Frans, siswa bayi di tempatnya hanya belajar dengan durasi 30 menit. Materi yang diterima si-kecil yakni Education Flashcards, senam, dan bernyanyi. Saat di kelas, bayi boleh ditemani ortu dan pengasuh yang juga terlibat langsung dengan aktifitas si kecil dan guru. Cuma, Frans mengingatkan bahwa flash card ini sifatnya hafalan. Ini karena bayi belum boleh dikenalkan dengan huruf.
Yang menggembirakan, kata Frans, jika beberapa waktu lalu ortu kerap memanjakan si kecil dengan mainan, rupanya sekarang sudah beralih mengganti mainan dengan buku. "Dulu menggugah minta baca itu susah. Tapi saat ini, mainan mulai diabaikan dan lebih memilih buku," sambung Erna, owner Tamtam's Edu-Collections. Indikator lain yang tak kalah menggembirakan, lanjutnya, menurut pengamatannya, sekolah-sekolah sudah mulai memperbaiki perpustakaan dan menatanya semenarik mungkin. (jeni ws lestari)
Sumber: yesie.multiply.com
Temukan informasi lainnya mengenai Baby Flashcards - Education Flashcards - Baby Education - Baby Card - Education Card - Kartu Belajar - Kartu Anak - Kids Flashcards hanya di Baby Flashcards & Education Card:Kartu Belajar & Kartu Anak – Kids Flashcards Bandung pada 88db.com